SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah segera melakukan intervensi terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang belakangan dikeluhkan para petani.
Wakil Bupati Kotim Irawati mengatakan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan langsung dalam menentukan harga sawit karena kebijakan tersebut berada di pemerintah pusat. Meski demikian, pihaknya tetap menyampaikan keresahan petani kepada pemerintah provinsi.
“Kami berharap Gubernur Kalimantan Tengah bisa lebih memperhatikan kondisi petani sawit saat ini,” kata Irawati belum lama ini.
Menurutnya, pemerintah provinsi diharapkan dapat membantu menyampaikan persoalan tersebut ke pemerintah pusat agar harga sawit di tingkat petani tidak terus mengalami penurunan.
Ia menilai kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah sangat bergantung pada sektor perkebunan sawit yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Bagaimana masyarakat bisa dikatakan sejahtera kalau petaninya tidak sejahtera,” ujarnya.
Irawati menjelaskan, harga TBS di tingkat perusahaan sebenarnya masih berada di kisaran Rp2.400 hingga Rp2.500 per kilogram. Namun di tingkat pengepul lapangan, harga yang diterima petani jauh lebih rendah sehingga petani menjadi pihak paling terdampak.
Selain harga rendah, petani juga mengeluhkan adanya persyaratan tambahan saat menjual hasil panen ke pengepul maupun perusahaan. Beberapa perusahaan disebut meminta dokumen tertentu terkait asal-usul buah sawit sebelum menerima pembelian.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius karena Kabupaten Kotim merupakan salah satu daerah penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar di Kalimantan Tengah dengan sektor perkebunan sawit sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat.
“Kalau harga sawit terus turun, tentu akan berdampak pada perekonomian daerah secara keseluruhan,” ungkapnya.
Karena itu, Pemkab Kotim berharap ada langkah konkret dari pemerintah provinsi maupun pusat untuk menjaga stabilitas harga sawit dan melindungi kesejahteraan petani di daerah. (ktr-2)
Editor : Slamet Harmoko