Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Menjelang Subuh, Kafe 24 Jam Ludes Terbakar. Api Muncul saat Pelanggan Menunggu Pesanan Datang

Dodi Abdul Qadir • Minggu, 24 Mei 2026 | 22:07 WIB
Kondisi Coffee Shop Toko Kopi Bumi di Jalan Kutilang setelah terbakar, Sabtu (23/5) dini hari. (istimewa)
Kondisi Coffee Shop Toko Kopi Bumi di Jalan Kutilang setelah terbakar, Sabtu (23/5) dini hari. (istimewa)

PALANGKA RAYA,radarsampit.jawapos.com- Amukan api terjadi di Kota Palangka Raya menghanguskan seluruh bangunan Coffee Shop Toko Kopi Bumi di Jalan Kutilang, Sabtu (23/5) dini hari. Api yang muncul dari bagian dapur dengan cepat membesar hingga melalap seluruh bangunan kafe yang beroperasi 24 jam tersebut.

Kebakaran itu terjadi sebelum pukul 03.00 WIB. Saat kejadian, kafe masih beroperasi dan ada sejumlah pengunjung. Mereka baru menyadari kebakaran setelah terdengar teriakan dan api sudah membesar di bagian atas bangunan.

Diduga, api cepat membesar karena bahan-bahan bangunan tergolong tua,  sehingga kobaran api dengan mudah menjalar hingga menghanguskan seluruh bangunan.

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya AKP Eka Patli Hutagaol mengungkapkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali muncul dari area dapur saat aktivitas operasional kafe masih berlangsung.

“Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 03.00 WIB terdapat dua pelanggan yang memesan makanan. Sekitar 15 menit kemudian, saat hendak mengambil minuman di area bar, saksi melihat api di area dapur,” ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Sebut Kebakaran Tiga Rumah di H Imran Sampit: Diduga Kuat Akibat Korsleting Listrik

Saksi  itu kemudian meminta bantuan orang-orang di bagian depan untuk memadamkan api. Upaya awal dilakukan menggunakan kain basah dan alat pemadam api ringan (APAR).

Api sempat hampir padam setelah APAR pertama digunakan hingga habis. Namun, saat hendak menggunakan APAR kedua, alat tersebut dilaporkan macet dan tidak dapat berfungsi.

“Setelah APAR habis, saksi mencari APAR kedua, tetapi tidak bisa digunakan. Saat itu api sudah merembet ke bagian plafon dan membesar,” terang Eka.

Kobaran api yang cepat membesar membuat sebagian besar perlengkapan kafe tidak sempat diselamatkan. Bangunan yang terbakar merupakan satu unit bangunan permanen berdinding beton dan beratap seng yang difungsikan sebagai kafe dengan luas sekitar 40 x 50 meter persegi.

 

Akibat kejadian tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 700 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian. Di antaranya satu tabung gas bekas terbakar, kompor gas bekas terbakar, selang regulator bekas terbakar, serta satu bungkus abu arang dari lokasi kebakaran.

Petugas dari Unit Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Dit Samapta Polda Kalteng, serta Unit Pemadam Swadaya Palangka Raya berjibaku memadamkan api hingga akhirnya kobaran berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.15 WIB.

“Aparat kepolisian melakukan penyelidikan dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta menelusuri penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara api berasal dari area dapur saat operasional kafe, penyebab pasti masih diselidiki,” pungkas Eka Patli Hutagaol. (daq/gus)

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#membesar #kafe #kebakaran #kobaran api #ludes terbakar