Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Rangkuman dari Lomba Menulis Surat untuk Bupati Kotim, Mayoritas Aspirasi Generasi Z untuk Kemajuan di Masa Depan

Agus Jaka Purnama • Minggu, 24 Mei 2026 | 21:35 WIB
ilustrasi diolah dengan AI
ilustrasi diolah dengan AI

SAMPIT,radarsampit.jawapos.com-  Setelah melalui proses panjang, dewan juri Lomba Menulis Surat untuk Bupati Kotim tahun 2026 akhirnya menetapkan nominasi para pemenang. Dari dua kategori yang dilombakan yakni tingkat SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, nantinya peserta yang masuk nominasi akan dipilih dan ditetapkan sebagai pemenang, pada hari ini, Senin (25/5) di halaman Kantor Radar Sampit dan dijadwalkan dihadiri langsung Bupati Kotim H Halikinnnor.

Ketua Panitia Penyelenggara Lomba Menulis Surat untuk Bupati Kotim Tahun 2026  Tono Triyanto menjelaskan, kepada peserta yang masuk nominasi pemenang diharapkan untuk bisa hadir ke kantor Radar Sampit. Surat pemberitahuan nominasi sudah diedarkan ke sekolah-sekolah. Kegiatan pengumuman akan dilaksanakan pukul 08.00 Wib.

“Pengumuman juara akan dilakukan Senin, 25 Mei 2026 jam delapan pagi di Kantor Radar Sampit. Kepada siswa yang masuk nominasi pemenang supaya bisa datang untuk menyaksikan langsung pengumuman pemenang,” ujar Tono.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, para nominator tahun ini beragam dan tidak didominasi sekolah tertentu. Hasil ini menunjukkan ada pemerataan di setiap sekolah. 

“Secara kualitasi tulisan tahun ini merata antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Bahkan sekolah yang baru ikut di tahun ini, justru beberapa siswanya masuk nominasi. Artinya secara kemampuan siswa sudah jauh berbeda, sekolah biasa pun mampu bersaing dengan sekolah unggulan,” ungkap Tono.

Berdasarkan data yang diterima panitia, jumlah surat yang dikirimkan totalnya 1.259 surat. Rinciannya tingkat SMA/SMK/MA sederajat sebanyak 1.125 surat. Sedangkan tingkat SMP sederajat berjumlah 134 surat.

Surat-surat itu berasal dari sekolah diberbagai wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur. Diantaranya dari SMAN 1, SMAN 2, SMAN 3, SMAN 4, MAN Kotim, SMKN 1 Sampit, SMKN 2, SMKN 3, SMK 4, SMAN 1 Parenggean, SMAS IT Al Madaniyah Samuda, Sekolah Rakyat Terintegrasi 55 Kotim dan MAS Ashlinatul Amin. Sedangkan tingkat SMP/MTs diwakili dari SMPN 1, SMPN 2, MTsN 1 Sampit, SMPS Katolik St. Albertus Sampit, SMPN 1 Kotabesi, SMPN 1 IT Arafah.

 “Tahun ini peserta terbanyak dari kategori SMA dengan peserta terbanyak berasal dari SMAN 1 Sampit. Ini diluar ekspektasi kami, jika lomba menulis Surat untuk Bupati Kotim tahun ini mendapat respons yang sangat tinggi dari pihak sekolah,” kata Tono.

Baca Juga: Peserta Membeludak, Pengumunan Lomba Menulis Surat untuk Bupati Kotim Dijadwalkan 25 Mei

Sementara itu dari penilaian tim juri, ribuan surat dari Generasi Z untuk Bupati Kotim itu sebagian besar berisi keinginan, cita-cita serta harapan dan dukungan semangat untuk pemimpin daerah ini.

Melalui surat-surat itu,mereka juga tak luput menyampaikan saran dan kritik membangun, serta sejumlah ide-ide insparatif untuk kemajuan daerah di masa yang akan datang.

Seperti keinginan agar pemerintah melengkapi dan menambah sarana dan prasarana kesenian, budaya, pariwista, termasuk peningkatan fasilitas dan eksistensi Museum Kayu Sampit. 

Beberapa pelajar juga ada yang mengungkapkan keinginannya agar pembangunan dan penataan Kota Sampit benar-benar memperhatikan kelestarian lingkungan. Pembenahan drainase untuk mengatasi banjir yang selama ini kerap terjadi, penanganan serta pengelolaan sampah yang baik. Termasuk menjaga Sungai Mentaya dan sungai-sungai lainnya dari pencemaran lingkungan.

Kemudian beberapa penulis, juga mengungkapkan keprihatinnya atas belum meratanya pembangunan sampai ke pelosok desa. Tak sedikit penulis yang menyampaikan keluhan atas kerusakan jalan, jembatan, minimnya fasilitas penerangan jalan umum, serta terbatasnya akses internet dan masih minimnya fasilitas pelajaran di sekolah.

Soal pengelolaan sumber daya alam dan potensi daerah untuk generasi yang akan datang juga tak luput dari perhatian para Generasi Z ini. Seperti peningkatakan peluang lapangan pekerjaan, program peningkatan skill dan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan-pelatihan kerja, sampai keinginan agar pemerintah mendukung majunya UMKM di Kotim.

Selain itu ada pula yang mengungkapkan kritiknya terkait minimnya kawasan parkir di jalan-jalan kota yang banyak memakan badan jalan, sehingga perlu ada penertiban dan evaluasi dari instansi terkait. Kemudian sorotan terhadap rawannya potensi kecelakaan lalu lintas, mengingat banyaknya kendaraan truk angkut yang melintas bersamaan dengan aktivitas berangkat dan pulang sekolah para pelajar. Persoalan balapan liar yang sering mengganggu pengguna jalan pun,  turut muncul dalam tulisan para peserta.

Terkait pembenahan transportasi, salah satu ide menarik yang ditangkap tim juri dari Surat untuk Bupati Kotim, yakni adanya ide agar pemerintah menerapkan transportasi umum, agar bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta kemacetan di Kotim, khususnya di Kota Sampit.

 

Hal itu bisa diatasi dengan penerapan transportasi umum modern dan nyaman berupa SAMIBUS (Sampit Mini Bus), yang terinspirasi dari Mikrotrans di Jakarta, namun bisa menggunakan bahan bakar listrik.

Operasional kendaraan nantinya bisa gratis atau dikenakan tarif murah, Rp2000-Rp 5000 yang bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).Rute yang diusulkan seperti ;  Pelabuhan sampit-Pasar PPM- Jalan Ayani Sampit, Taman Kota. Kemudian di wilayah Baamang; Pasar Keramat, SMA N 2-SMAN3, SMKN 1 Sampit, pasar AL Kamal, serta stadion.

Usulan itu berangkat dari data BPS, yang mencatat jumlah kendaraan bermotor di Kotim 2025 mencapai 392.460 unit, didominasi sepeda motor sebesar 339.508 unit, sehingga ada peningkatan sebesar 6,19 persen dari tahun 2024.

Selain itu, sektor pelayanan juga tak luput dari sorotan mereka. Seperti dorongan peningkatan kualitas pelayanan dan penanganan pasien di rumah sakit, hingga di puskemas. Beberapa penulis, ada pula yang memperhatikan fenomena pergaulan remaja seusia mereka, di tengah gencarnya pengaruh berbagai tayangan di media sosial dan berharap pemerintah turut mengawasi, dengan melibatkan para orang tua.

Secara umum terangkum, para generasi Z melalui surat-surat itu, mereka menginginkan pemerataan pembangunan daerah ini. Agar menjadi daerah yang tertata, modern, tertib, nyaman dan aman, serta ramah lingkungan, kemudian menarik untuk dikunjungi wisatawan dengan selalu melestarikan seni dan kebudayaan. (ton/gus)

 

 

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#menulis surat #masa depan #generasi z #bupati kotim #lomba menulis surat