SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Arton S Dohong menyatakan keterbatasan anggaran menjadi faktor utama belum optimalnya penanganan infrastruktur jalan provinsi, termasuk ruas Jalan H.M. Arsyad Sampit yang mengalami kerusakan dan pengelupasan aspal. Kondisi tersebut terjadi di tengah penurunan signifikan APBD Kalteng, sementara panjang jalan yang menjadi kewenangan provinsi mencapai ribuan kilometer di 13 kabupaten dan satu kota.
Arton menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalteng tetap memasukkan perbaikan jalan dalam program pembangunan. Namun, keterbatasan fiskal membuat seluruh kebutuhan infrastruktur belum dapat tertangani secara menyeluruh.
“Pemerintah provinsi pasti memprogramkan, karena itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi. Hanya saja yang jadi persoalan mungkin masalah pendanaan,” ujar Arton kepada wartawan.
Ia memaparkan, APBD Kalteng dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan signifikan. Pada 2026, anggaran disebut turun dari sekitar Rp10 triliun menjadi Rp5,4 triliun. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya belanja langsung yang hanya sekitar Rp1,5 triliun lebih.
Menurut Arton, besarnya beban kewenangan infrastruktur jalan menjadi tantangan tersendiri, mengingat panjang ruas jalan provinsi mencapai ribuan kilometer yang tersebar di seluruh wilayah Kalteng.
“Praktis untuk belanja langsung itu hanya Rp1,5 triliun lebih sedikit. Sementara ruas jalan yang harus ditangani pemerintah provinsi itu beribu-ribu kilometer,” katanya.
Ia berharap kondisi fiskal daerah dapat kembali membaik agar perbaikan jalan rusak bisa dilakukan secara bertahap pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, pembagian anggaran untuk seluruh wilayah harus dilakukan secara proporsional.
Terkait kondisi jalan yang masih beraspal namun mengalami kerusakan, Arton menyampaikan perumpamaan. “Dengan bahasa lain, lebih enak yang ada aspalnya sedikit yang terkupas-kupas daripada jalan tanah,” ucapnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah keluhan masyarakat mengenai kondisi Jalan H.M. Arsyad di Sampit yang telah lama rusak dan dinilai belum mendapat penanganan signifikan. Ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses penting dengan tingkat mobilitas kendaraan yang tinggi setiap hari. (ang/yit)
Editor : Heru Prayitno