Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga TBS Sawit di Kotim Terjun Bebas, Jual ke Pengepul Dihargai Rp2.000 per Kilogram

Usay Nor Rahmad • Jumat, 22 Mei 2026 | 10:32 WIB
Petani kelapa sawit di wilayah selatan Kotim saat panen di tengah banjir. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 
Petani kelapa sawit di wilayah selatan Kotim saat panen di tengah banjir. (Dok. Usay Nor Rahmad/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali membuat petani menjerit. Pada Kamis (21/5/2026), harga sawit di tingkat pengepul hanya berkisar Rp1.700 hingga Rp2.000 per kilogram.

Turunnya harga tersebut dinilai sangat memberatkan petani, terutama di wilayah hilir Kotim yang harus mengeluarkan biaya operasional cukup besar untuk membawa hasil panen hingga ke tangan pengepul.

Baca Juga: Permendag Baru Dikebut! Pemerintah Siap Kontrol Ekspor CPO, Batu Bara dan Ferro Alloy Lewat Danantara

Mansyah, salah seorang petani sawit mengungkapkan, biaya panen dan angkut kini terus meningkat seiring naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

Ia menjelaskan, upah panen di kebunnya mencapai Rp400 per kilogram. Setelah itu, petani masih harus membayar biaya angkut dari kebun menuju tepi sungai sebesar Rp100 per kilogram.

Belum selesai sampai di situ, buah sawit kemudian diangkut menggunakan kelotok menuju lokasi pengepul dengan biaya tambahan sekitar Rp150 per kilogram.

Baca Juga: Bikin Resah! Aturan Baru untuk Ekspor CPO Disebut Ancam Harga TBS dan Nasib Jutaan Petani Sawit Mandiri

“Kalau dijual ke pengepul hanya Rp2.000 per kilogram, sisa keuntungan sangat sedikit,” ujarnya.

Sementara itu, petani yang memiliki kendaraan sendiri dan bisa menjual langsung ke pabrik kelapa sawit (PKS) masih memperoleh harga di kisaran Rp2.250 hingga Rp2.600 per kilogram.

Namun harga tersebut tetap dinilai rendah karena masih berada di bawah ketetapan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Selain harga murah, petani juga mengeluhkan ketatnya proses grading di pabrik. Kualitas buah, tingkat kematangan, ukuran tandan, hingga kondisi fisik sawit menjadi penentu harga jual.

Baca Juga: Harga Sawit di Lamandau Kalteng Anjlok Rp600 Per Kilogram, Efek Rencana Monopoli Ekspor CPO Lewat BUMN?

Kondisi ini membuat banyak petani sawit di Kotim semakin tertekan. Apalagi harga pupuk nonsubsidi dan biaya produksi juga terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Tak hanya petani, sejumlah pengepul sawit di Kotim juga disebut ikut merugi setelah harga TBS mendadak turun hingga sekitar Rp600 per kilogram dalam waktu singkat. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Harga Sawit Anjlok #Harga Sawit Hari ini #harga sawit #sampit #kalteng