Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Apa Itu Etomidate? Obat yang Dibeli Kasat Narkoba Polres Kukar hingga Menyeretnya Jadi Tersangka

Slamet Harmoko • Senin, 18 Mei 2026 | 12:42 WIB
Ilustrasi Penyalahgunaan Etomidate (AI)
Ilustrasi Penyalahgunaan Etomidate (AI)

Radarsampit.jawapos.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Timur mengungkap kronologi penangkapan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Kartanegara, AKP Yohanes Bonar Adiguna Hutapea, dalam perkara dugaan peredaran narkotika jenis etomidate. 

Perwira polisi itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik menemukan keterkaitannya dengan pengiriman paket mencurigakan dari Medan, Sumatera Utara.

Kasus ini bermula ketika petugas Bea Cukai mendeteksi kiriman paket yang diduga berisi barang terlarang. Paket tersebut diketahui dikirim ke dua lokasi berbeda di Kalimantan Timur, yakni Tenggarong dan Balikpapan.

Baca Juga: Kasat Narkoba Kukar Jadi Tersangka Kasus Etomidate, Polda Kaltim Ungkap Modus Operandinya

Apa Itu Etomidate?

Etomidate adalah obat anestesi (obat bius) intravena yang digunakan untuk membantu proses pembiusan sebelum tindakan operasi atau prosedur medis tertentu. 

Dalam dunia kesehatan, etomidate bekerja dengan menekan aktivitas sistem saraf pusat sehingga pasien menjadi lebih tenang dan tidak sadar selama prosedur berlangsung.

Penggunaan etomidate hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional karena obat ini memiliki efek kuat terhadap tubuh. Jika digunakan sembarangan tanpa pengawasan dokter, etomidate dapat membahayakan kesehatan bahkan memicu kematian.

Karena efek sedatif yang ditimbulkan, zat ini mulai disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk mendapatkan sensasi rileks atau efek halusinasi tertentu.

Etomidate merupakan obat anestesi atau obat bius yang digunakan dalam dunia medis untuk membantu proses pembiusan sebelum tindakan operasi atau prosedur tertentu. Dalam praktik kedokteran, penggunaan etomidate harus dilakukan secara ketat oleh tenaga medis profesional karena memiliki efek langsung terhadap sistem saraf pusat.

BNN menjelaskan bahwa obat-obatan yang bekerja pada sistem saraf memiliki potensi disalahgunakan apabila digunakan tanpa pengawasan dokter. Efek sedatif atau rasa tenang yang muncul sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mendapatkan sensasi sesaat.

Padahal, penggunaan etomidate di luar indikasi medis dapat memicu gangguan kesehatan serius, mulai dari penurunan kesadaran, gangguan pernapasan, hingga risiko ketergantungan psikologis.

Modus Penyalahgunaan Kian Beragam

Penyalahgunaan etomidate mulai menjadi perhatian serius di Indonesia setelah zat tersebut ditemukan dalam sejumlah kasus peredaran obat ilegal dan vape mengandung zat berbahaya.

Etomidate merupakan obat bius medis yang seharusnya hanya digunakan dalam tindakan anestesi di rumah sakit, namun kini mulai disalahgunakan untuk mendapatkan efek tertentu.

Kasus penyalahgunaan etomidate ramai dibicarakan setelah aparat penegak hukum mengungkap peredaran liquid vape yang diduga mengandung zat tersebut.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran karena banyak masyarakat, terutama anak muda, belum memahami bahaya etomidate bagi kesehatan.

Badan Narkotika Nasional (BNN) sebelumnya juga mengingatkan bahwa perkembangan penyalahgunaan zat adiktif terus berubah mengikuti tren gaya hidup masyarakat.

Karena itu, edukasi mengenai bahaya etomidate penting dilakukan agar masyarakat lebih waspada terhadap berbagai bentuk narkotika dan obat berbahaya.

Dalam beberapa kasus yang diungkap aparat penegak hukum, etomidate ditemukan dicampurkan ke dalam liquid vape atau rokok elektrik. Modus ini dinilai berbahaya karena pengguna sering kali tidak menyadari kandungan zat yang mereka konsumsi.

BNN dalam berbagai edukasinya menekankan bahwa perkembangan narkotika dan zat adiktif terus mengikuti tren gaya hidup masyarakat.

Pelaku peredaran gelap memanfaatkan celah tersebut untuk menyamarkan zat berbahaya dalam bentuk yang tampak biasa dan mudah diterima anak muda.

Fenomena ini menunjukkan bahwa penyalahgunaan zat tidak lagi identik dengan bentuk konvensional seperti pil atau serbuk. Kini, zat berbahaya dapat beredar dalam bentuk cairan vape, makanan, minuman, hingga obat-obatan tertentu.

Bahaya Penyalahgunaan Etomidate bagi Kesehatan

Penggunaan etomidate tanpa pengawasan medis berpotensi menimbulkan dampak serius bagi tubuh. Efek yang dapat muncul antara lain:

Dalam jangka panjang, penyalahgunaan zat yang memengaruhi sistem saraf pusat juga dapat merusak fungsi otak dan memengaruhi kondisi psikologis seseorang.

BNN terus mengingatkan bahwa penyalahgunaan obat-obatan medis sama berbahayanya dengan narkotika lain apabila digunakan tidak sesuai aturan. Karena itu, masyarakat diminta tidak sembarangan menggunakan obat yang seharusnya hanya diberikan melalui resep dan pengawasan dokter.

Modus Penyalahgunaan Etomidate dalam Vape

Dalam sejumlah kasus yang diungkap aparat, etomidate ditemukan dicampurkan ke dalam liquid vape atau rokok elektrik. Modus ini dinilai sangat berbahaya karena pengguna sering kali tidak mengetahui kandungan zat yang mereka hirup.

BNN mengingatkan bahwa pelaku penyalahgunaan narkotika terus memanfaatkan tren di kalangan anak muda untuk menyamarkan zat berbahaya dalam bentuk yang tampak biasa. Vape yang awalnya digunakan sebagai alternatif rokok kini berpotensi disalahgunakan sebagai media konsumsi zat adiktif.

Penyalahgunaan etomidate dalam vape juga lebih sulit terdeteksi karena bentuknya cair dan tidak menimbulkan bau menyengat seperti narkotika konvensional.

Peran Keluarga dan Lingkungan Sangat Penting

Pencegahan penyalahgunaan etomidate tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial memiliki peran besar dalam membangun kesadaran tentang bahaya narkoba dan zat adiktif.

BNN selama ini aktif mengampanyekan pentingnya edukasi sejak dini agar generasi muda memiliki pemahaman kuat tentang risiko penyalahgunaan zat. Orang tua juga diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, terutama jika mulai menunjukkan gejala seperti perubahan emosi drastis, sulit berkonsentrasi, atau ketergantungan terhadap vape dan rokok elektrik.

Selain itu, pengawasan terhadap peredaran liquid vape ilegal perlu diperketat. Masyarakat diimbau membeli produk dari sumber resmi dan tidak mudah tergoda produk tanpa izin edar yang dijual bebas di media sosial.

Cara Mencegah Penyalahgunaan Etomidate

Untuk mencegah penyalahgunaan etomidate, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap produk vape ilegal maupun obat-obatan tanpa izin edar. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

BNN juga terus mengampanyekan pentingnya rehabilitasi dan edukasi sebagai langkah utama memutus rantai penyalahgunaan narkotika.

Penyalahgunaan Obat Medis Harus Jadi Perhatian Bersama

Kasus penyalahgunaan etomidate menjadi pengingat bahwa ancaman narkoba dan zat adiktif terus berkembang dengan pola yang semakin kompleks. Zat yang awalnya digunakan untuk kepentingan medis dapat berubah menjadi ancaman serius ketika jatuh ke tangan yang salah.

BNN menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Edukasi, pengawasan, dan kepedulian lingkungan menjadi kunci penting untuk mencegah semakin luasnya penyalahgunaan zat berbahaya di Indonesia.

Di tengah perkembangan tren gaya hidup modern, masyarakat diharapkan lebih kritis dan berhati-hati terhadap berbagai bentuk produk yang berpotensi mengandung zat berbahaya. Kesadaran kolektif menjadi benteng utama agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika maupun obat-obatan medis seperti etomidate. (*)

Editor : Slamet Harmoko
#Etomidate #obat anestesi #bnn #obat bius #vape