Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Misteri Kematian Mahasiswa di Pundu: Benarkah Laka Tunggal atau Korban Tabrak Lari?

Fahry Ilhami Samosir • Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:07 WIB
ilustrasi korban kecelakaan maut
ilustrasi korban kecelakaan maut

 

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Tabir gelap masih menyelimuti peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan seorang mahasiswa berinisial D (20) di Jalan Tjilik Riwut, KM 4,5, Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotawaringin Timur (Kotim).

Meski awalnya diduga kecelakaan tunggal, kini muncul dugaan kuat bahwa korban merupakan korban tabrak lari.

Baca Juga: Drama Keluarga "Semua Akan Baik-Baik Saja" Mampu Menyentuh Hati Penonton 

Kejanggalan Luka Korban

Dugaan ini mencuat setelah pihak keluarga menemukan sejumlah luka yang dianggap tidak wajar untuk sebuah kecelakaan tunggal.

Hadi, salah satu orang terdekat korban, mengungkapkan bahwa kondisi fisik korban saat ditemukan menunjukkan adanya benturan keras yang diduga berasal dari kendaraan lain.

Baca Juga: Festival Budaya Seruyan Ramaikan Akhir Pekan di Kuala Pembuang

"Kami melihat ada kejanggalan. Jika hanya jatuh sendiri karena jalan licin, luka dan kerusakan motornya seharusnya tidak separah itu. Kami menduga ada kendaraan lain yang terlibat, lalu oknum pengemudinya melarikan diri," ujar Hadi kepada media, Sabtu (16/5/2026).

Minim Saksi Mata

Kondisi jalanan yang sepi serta cuaca yang baru saja hujan saat kejadian membuat saksi mata di lokasi sangat minim. Hal ini menyulitkan identifikasi awal mengenai penyebab pasti jatuhnya korban di aspal panas Trans Kalimantan tersebut.

Baca Juga: Sempat Kabur, Pemuda Baamang Diringkus Lantaran Simpan 7,43 Gram Sabu

Warga sekitar mengaku hanya melihat korban sudah tergeletak bersimbah darah di bagian kepala. "Tidak ada yang tahu persis detik-detik kejadiannya. Tiba-tiba sudah ada korban di tengah jalan," lanjut Hadi.

Dua Versi di Masyarakat

Di sisi lain, spekulasi mengenai buruknya infrastruktur jalan juga belum sepenuhnya hilang. Sebagian warga beranggapan bahwa lubang di badan jalan yang tertutup air hujan menjadi pemicu utama kecelakaan.

Baca Juga: Utara Kotim Masih Rawan Banjir, Curah Hujan Tinggi Diprediksi Bertahan Hingga Akhir Mei

Namun, desakan agar kepolisian memeriksa rekaman CCTV di sekitar jalur tersebut atau mencari jejak ban kendaraan lain terus mengalir dari pihak keluarga yang menuntut keadilan.

Penyelidikan Masih Berjalan

Hingga berita ini diturunkan, Satlantas Polres Kotim masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai status terbaru kasus ini.

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Ditangkap di Madinah, Rekam Perempuan Saudi Tanpa Izin

"Penyelidikan masih terus berjalan. Kami sedang mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti di lapangan untuk memastikan apakah ini murni kecelakaan tunggal atau ada unsur tabrak lari," ungkap salah satu petugas yang enggan disebutkan namanya.

Jenazah korban kini telah dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan, sementara motor milik korban telah diamankan di Mapolsek Cempaga Hulu sebagai barang bukti. (sir/fm)

Editor : Farid Mahliyannor
#lubang jalan #pundu #mahasiswa #tewas #kecelakaan