Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Utara Kotim Masih Rawan Banjir, Curah Hujan Tinggi Diprediksi Bertahan Hingga Akhir Mei

Usay Nor Rahmad • Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:44 WIB
Banjir di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin. (BPBD Kotim/Radar Sampit) 
Banjir di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin. (BPBD Kotim/Radar Sampit) 

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Wilayah utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih dibayangi potensi banjir susulan seiring prakiraan curah hujan tinggi yang diprediksi masih berlangsung hingga akhir Mei 2026.

Berdasarkan data prakiraan probabilistik curah hujan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim, peluang terjadinya hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter pada dasarian II Mei atau periode 11–20 Mei 2026 berada pada kategori menengah hingga tinggi di sebagian wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam peta prakiraan BMKG, sejumlah wilayah tampak didominasi warna kuning hingga merah yang menunjukkan probabilitas hujan lebat berkisar 60 hingga 90 persen.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu peningkatan debit sungai dan banjir, khususnya di daerah aliran Sungai Mentaya bagian hulu.

Situasi itu kini mulai dirasakan di sejumlah kawasan utara Kotim. Banjir dilaporkan masih terjadi di Desa Sungai Hanya Kecamatan Antang Kalang, Desa Tumbang Sangai Kecamatan Telaga Antang, hingga Kelurahan Kuala Kuayan Kecamatan Mentaya Hulu.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan banjir yang terjadi saat ini dipicu tingginya curah hujan di wilayah hulu Sungai Mentaya sehingga menyebabkan debit air terus meningkat.

“Air hujan dari hulu Sungai Mentaya,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Di Desa Tumbang Sangai, banjir masih merendam sedikitnya tiga RT dengan ketinggian air antara 20 hingga 60 sentimeter. Sementara di Kuala Kuayan, genangan mencapai 25 hingga 75 sentimeter dan merendam sejumlah ruas jalan utama.

Meski demikian, BPBD memastikan hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi karena sebagian besar rumah penduduk masih dalam kondisi aman.
“Masih tergenang di badan jalan, rumah masih posisi aman,” kata Multazam.

BMKG memprediksi intensitas hujan mulai mengalami penurunan pada dasarian III Mei atau periode 21–31 Mei 2026. Namun potensi hujan sedang hingga lebat masih mungkin terjadi di beberapa wilayah Kalimantan Tengah.

Kondisi itu membuat pemerintah daerah masih terus melakukan pemantauan debit sungai dan perkembangan cuaca untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Warga yang tinggal di bantaran sungai maupun kawasan rendah diimbau tetap waspada, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi pada malam hingga dini hari karena debit air sungai dapat meningkat secara tiba-tiba. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#banjir kotim #BMKG #sampit #curah hujan