Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Jamarat, Lokasi Jamaah Haji Lempar Jumrah yang Kini Siap Tampung Ratusan Ribu Orang per Jam

Slamet Harmoko • Sabtu, 16 Mei 2026 | 12:08 WIB
Penampakan Jumrah Wustha di kawasan Jamarat, Senin (11/5/2026). (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)
Penampakan Jumrah Wustha di kawasan Jamarat, Senin (11/5/2026). (Bayu Putra/JawaPos.com/MCH 2026)

Radarsampit.jawapos.com - Jamarat menjadi salah satu lokasi penting dalam rangkaian ibadah haji. Di tempat inilah para jamaah menjalankan prosesi lempar jumrah sebagai simbol mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS dalam melawan godaan setan.

Kawasan Jamarat berada di Mina, sekitar 20 menit perjalanan dari Masjidil Haram, Makkah. Menjelang puncak haji 2026, otoritas Arab Saudi mulai melakukan berbagai persiapan demi memastikan keamanan dan kenyamanan jamaah saat prosesi lempar jumrah berlangsung.

Saat dikunjungi tim Media Center Haji 2026 bersama wartawan dari berbagai negara muslim pada Senin (11/5) waktu Arab Saudi, suasana Jamarat masih relatif sepi dan tertutup untuk umum. Sejumlah pekerja tampak melakukan renovasi dan pengecatan di beberapa titik kawasan Mina dan Jamarat.

Area Jamarat sendiri merupakan bangunan empat lantai yang mengelilingi tiga dinding batu tempat jamaah melontar jumrah, yakni Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah.

Setiap dinding memiliki panjang sekitar 30 hingga 40 meter. Berdasarkan informasi otoritas setempat, satu dinding di tiap lantai mampu menampung sekitar 50 ribu jamaah per jam untuk melakukan lontar jumrah.

Dengan kapasitas tersebut, tiga titik jumrah di empat lantai diperkirakan dapat melayani hingga 600 ribu jamaah per jam. Meski begitu, kepadatan tetap bersifat dinamis karena setiap jamaah biasanya hanya membutuhkan waktu kurang dari satu menit sebelum berpindah ke titik jumrah berikutnya.

Pihak keamanan Arab Saudi juga menyiapkan pengaturan jalur khusus agar arus jamaah tetap lancar dan tidak saling bertabrakan saat menuju lokasi lempar jumrah.

Sementara itu, untuk jamaah Indonesia, PPIH Arab Saudi menyiapkan skema tanazul bagi sekitar 100 ribu jamaah atau sekitar 50 persen dari total jamaah haji Indonesia tahun ini.

Skema tanazul diprioritaskan bagi jamaah yang menginap di kawasan Syisyah dan Raudhah karena lokasinya lebih dekat ke Jamarat dibanding tenda jamaah Indonesia di Mina. Langkah tersebut dilakukan demi meningkatkan keamanan dan keselamatan jamaah selama menjalankan ibadah wajib haji itu.

Selain itu, jamaah Indonesia juga kembali diimbau untuk tidak memilih waktu afdhal saat melontar jumrah guna menghindari kepadatan ekstrem, terutama saat bercampur dengan jamaah dari kawasan Timur Tengah dan Afrika yang jumlahnya sangat besar. (jpg)

Editor : Slamet Harmoko
#lempar jumrah #jamarat #haji #ibadah haji