Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Curah Hujan Tinggi di Hulu, Waspadai Banjir Kiriman di Kota Nanga Bulik

Ria Mekar Anggreany • Selasa, 12 Mei 2026 | 20:42 WIB
Pendataan rumah warga di Hulu Lamandau yang terdampak banjir oleh BPBD setempat. (istimewa)
Pendataan rumah warga di Hulu Lamandau yang terdampak banjir oleh BPBD setempat. (istimewa)
NANGA BULIK,radarsampitjawapos.com- Tingginya curah hujan dalam sepekan terakhir di wilayah Kabupaten Lamandau mulai membuat warga yang tinggal di bantaran sungai mulai was-was. Pasalnya, banjir sudah  mulai merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Lamandau, khususnya di kawasan hulu beberapa hari lalu. Sehingga diprediksi banjir akan berangsur turun ke wilayah hilir, seperti wilayah Kecamatan Buli . 
 
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, banjir terpantau mulai merendam wilayah Kota Nanga Bulik, sejak Senin (11/5) . 
 
"Intensitas hujan yang tinggi di daerah hulu menyebabkan air mengalir deras ke Sungai Lamandau hingga meluap dan merendam beberapa kawasan dalam kota,” ujar Hendikel, Selasa (12/5/2026).
 
Ia menjelaskan, tinggi muka air Sungai Lamandau saat ini mencapai 630 sentimeter. Meski mengalami kenaikan, kondisi tersebut masih berada dalam kategori aman."Untuk alat ukur tinggi Sungai Lamandau diperkirakan masih status aman dengan tinggi 630 sentimeter,” katanya.
 
Di wilayah Kota Nanga Bulik, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Lamandau melakukan patroli dan kaji cepat di sejumlah titik rawan banjir.
 
Hasil pendataan sementara mencatat sedikitnya tujuh rumah warga terdampak banjir yang tersebar di beberapa lokasi, yakni RT 08B sebanyak empat kepala keluarga dengan sembilan jiwa dan RT 10A belakang CU sebanyak tiga kepala keluarga dengan 13 jiwa. 
 
Selain itu, dua rumah di kawasan Kompleks Pemakaman Umum Translokal juga terdampak luapan air.
 
BPBD Lamandau hingga kini masih melakukan pemantauan dan pendataan di lapangan seiring debit air yang terus mengalami kenaikan. "Untuk sementara anggota BPBD belum melakukan evakuasi karena belum ada rumah yang terdampak parah akibat banjir kiriman dari daerah hulu," ujar Hendikel.
Baca Juga: Kota Sampit Masih Langganan Banjir. DPRD Tagih Ini ke Pemda..
 
Sebelumnya, banjir lebih dulu merendam Desa Pedongatan, Kecamatan Bulik Timur. Hujan deras yang terjadi sejak 8 hingga 9 Mei 2026 menyebabkan DAS Palikodan meluap dan menggenangi permukiman warga yang berada di bantaran sungai.
 
BPBD Lamandau mencatat sebanyak 47 kepala keluarga dengan total 163 jiwa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, dua kepala keluarga dengan enam jiwa dilaporkan rumahnya terendam.
 
Ketinggian air di kawasan permukiman warga bervariasi antara 40 hingga 150 sentimeter, sedangkan genangan di jalan desa mencapai sepanjang 250 hingga 300 meter dengan kedalaman sekitar 40 hingga 60 sentimeter.
 
"Hari ini banjir di hulu, di daerah pedongatan, nanga palikodan , sudah surut. Desa Nuangan juga berangsur angsur surut. Namun warga yang tinggal di daerah hilir patut waspada menerima banjir kiriman dari hulu. Seperti Kota Nanga Bulik dan sekitarnya,"pungkas Hendikel. (mex/gus)
 
Editor : Agus Jaka Purnama
#banjir kiriman #banjir #nanga bulik #Kabupaten Lamandau #desa