PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Misteri hilangnya Endang Suarman (79) masih menyisakan tanda tanya besar. Kakek asal Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Palangka Taya itu seakan lenyap tanpa jejak, usai pamit mencari kayu di kawasan hutan. Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, operasi SAR akhirnya resmi dihentikan, Selasa (12/5).
Tim gabungan bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya menutup operasi pencarian setelah menyisir kawasan hutan yang dikenal memiliki medan berat dan minim akses.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, Anak Agung Alit Ketut Supartana menegaskan, seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal sesuai prosedur operasi SAR.
“Tim SAR gabungan telah melaksanakan pencarian secara optimal sesuai standar operasional prosedur. Namun hingga hari ketujuh, korban belum berhasil ditemukan,” ujarnya.
Selama sepekan, tim gabungan berjibaku menyisir titik-titik yang diduga menjadi jalur korban masuk hutan. Kondisi medan yang dipenuhi semak lebat, jalur licin hingga area hutan rapat membuat proses pencarian berlangsung penuh tantangan.
Penghentian operasi pencarian lanjutnya, dilakukan berdasarkan evaluasi bersama serta mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.
Baca Juga: Cari Kayu, Lansia 79 Tahun Hilang di Hutan
“Operasi SAR resmi dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan. Jika nantinya ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi dapat dibuka kembali,” tegasnya.
Koordinator Lapangan, Heru Kristianto menambahkan, seluruh personel telah bekerja maksimal di tengah kondisi alam yang tidak bersahabat.
Meski cuaca selama operasi relatif mendukung dengan kondisi cerah berawan, pencarian tetap belum membuahkan hasil. Seluruh unsur SAR yang terlibat kini dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Personel sudah melakukan penyisiran di area-area yang ditentukan dengan tetap memperhatikan keselamatan tim di lapangan,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, warga Kelurahan Habaring Hurung sempat dibuat geger setelah Endang Suarman tidak kunjung pulang usai mencari kayu di hutan,Rabu (6/5).
Kekhawatiran keluarga memuncak lantaran usia korban yang sudah lanjut dan kondisi hutan yang dikenal cukup ekstrem. Warga sempat melakukan pencarian mandiri, namun hasilnya nihil hingga akhirnya laporan diteruskan ke Basarnas, aparat setempat dan tim Emergency Response Palangka Raya (ERP).Hingga operasi resmi ditutup, keberadaan sang kakek masih tidak ditemukan.(daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama