Tingginya debit air di sejumlah sungai dan anak sungai, tak jarang membuat para pemancing harus gigit jari karena sulitnya mendapatkan hasil.
Nanang, salah satu pemancing lokal, mengungkapkan keluhannya mengenai kondisi medan yang kurang bersahabat. Menurutnya, meskipun ia telah mencoba peruntungan hingga ke daerah Sebabi, hasilnya tetap nihil.
"Sangat sulit untuk memancing saat ini. Saya sudah mencoba dari Sungai Sampit bahkan sampai ke Sebabi, tapi air masih sangat dalam. Susah sekali mendapatkan ikan seperti Haruan (gabus), Kerandang, maupun Toman," ujarya kepada Radar Sampit.
Teknik casting yang menjadi hobinya pun sulit diterapkan dalam kondisi air yang meluap. Padahal, jika kondisi cuaca panas bertahan selama 7 hingga 8 hari berturut-turut, biasanya menjadi momen yang pas untuk menyalurkan hobi tersebut.
Baca Juga: Insiden Mengerikan Malam Jumat: Mata Pancing Nyaris Celakai Anak di Kotim
"Kalau untuk mencari ikan Kapar atau Pepuyu mungkin masih bisa, tapi hobi saya kan casting. Jadi saat ini benar-benar sulit menghasilkan tangkapan yang diinginkan," imbuhnya.
Nanang dan para pemancing lainnya berharap kondisi cuaca segera membaik dalam beberapa minggu ke depan. Mereka menantikan surutnya air sungai agar aktivitas memancing kembali normal dan ikan-ikan predator sungai khas Kalimantan kembali mudah didapatkan.
"Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ini hari kembali cerah, supaya debit air turun dan kita bisa memancing lagi dengan nyaman," pungkasnya. (joy/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama