PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Membeludaknya antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU di Kota Palangka Raya membuat pimpinan daerah geram. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan dan unsur TNI, serta unsur Kodam XII/Tambun Bungai, Kejati Kalteng dan aparat lainnya telah inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPBU setempat, Kamis (7/5) malam.
Selain itu, jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng langsung menggelar rapat penanganan krisis BBM tersebut, termasuk memanggil pihak Pertamina.
Sales Area Manager Retail Pertamina Patra Niaga Kalteng, Dony Prasetyo, dalam rapat tersebut memastikan pasokan BBM untuk seluruh SPBU di Kalteng, khususnya Palangka Raya, akan ditambah hingga 15 persen dari kuota normal.
Menurutnya, antrean panjang terjadi akibat lonjakan pembelian masyarakat secara bersamaan yang membuat konsumsi meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir.
“Kami sampaikan kepada masyarakat jangan panik. Semua aman, stok aman hingga 6-7 hari ke depan,” tegasnya.
Selain menambah pasokan Pertalite dan Pertamax, Pertamina juga memperpanjang jam operasional SPBU hingga pukul 01.00 WIB. Seluruh SPBU diminta menambah personel pelayanan agar antrean cepat terurai.
“Kami tambah penyaluran 15-20 persen, tambah jam operasional sampai pukul satu malam, dan tidak ada pembatasan pembelian Pertamax,” ujarnya.
Baca Juga: Pelangsir BBM Kian Merajalela, Bupati Kotim Singgung Tanggung Jawab Pertamina dan Aparat
Pertamina juga memastikan akan menindak tegas SPBU yang terbukti melakukan pelanggaran distribusi maupun penyalahgunaan penyaluran BBM.
Sementara itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meminta seluruh kepala daerah di kabupaten dan kota di bawahnya, agar tidak mengeluarkan pernyataan maupun surat edaran terkait distribusi BBM, tanpa koordinasi dengan Pemprov.
“Kami imbau bupati dan wali kota jangan membuat statement atau surat edaran soal BBM yang bisa bikin panik warga. Teknis itu kewenangan Pertamina,” tegas Agustiar.
Ia menyatakan, Pemprov Kalteng sudah menyurati pihak terkait untuk membantu penyelesaian persoalan distribusi BBM. Namun, secara teknis penanganan tetap berada di bawah kendali Pertamina.
Agustiar memastikan stok BBM subsidi di Kalteng masih aman dan harga tetap stabil. Pemerintah juga telah meminta tambahan suplai dari 180 kiloliter menjadi 200 kiloliter per hari untuk mengurangi antrean.
“Biasanya operasional SPBU hanya sampai siang, sekarang ditambah sampai pukul 01.00 malam supaya antrean bisa terurai,” katanya.
Diakui Agustiar, kondisi antrean paling parah memang terjadi di Kota Palangka Raya hingga membuat pemerintah daerah merasa sangat terganggu.“Melihat kondisi seperti ini kita tidak tidur dan sakit mata,” ucapnya.
Kapolda Kalteng Iwan Kurniawan juga menegaskan, aparat akan menindak tegas segala bentuk penyalahgunaan maupun penyelewengan BBM.
Diungkapkannya, hingga saat ini kepolisian telah menetapkan sembilan tersangka dalam enam laporan polisi terkait dugaan penyalahgunaan BBM di wilayah Kalteng. “Di Polda ada tiga kasus, lainnya di Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur,” sebutnya.
Baca Juga: Antrean Tiap Hari Jadi Bukti Distribusi BBM Bermasalah
Kapolda pun meminta masyarakat tidak khawatir karena stok BBM dipastikan dalam kondisi aman. Menurutnya, kepanikan warga justru memperparah antrean di lapangan.
Sementara itu, Pangdam XII/Tambun Bungai Zainul Arifin menegaskan, aparat keamanan serta pemerintah terus berupaya keras menjaga stabilitas distribusi BBM di Kalimantan Tengah.“Stok tidak ada masalah. Jam operasional ditambah, masyarakat jangan panic buying,” tandasnya. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama