Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Mahasiswa Diam Saat Krisis BBM Melanda Kotim, Warga: Jangan Hanya Ribut Kalau Ada Kepentingan

Rado • Jumat, 8 Mei 2026 | 09:05 WIB
BBM LANGKA: Pengendara bermotor antre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (27/4/2026). APRILIA/RADAR SAMPIT
BBM LANGKA: Pengendara bermotor antre untuk mengisi BBM di salah satu SPBU di Kota Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (27/4/2026). APRILIA/RADAR SAMPIT

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Sikap kalangan mahasiswa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendapat sorotan tajam dari masyarakat di tengah krisis dan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi belakangan ini.

Warga Sampit, Benny BU Jangking, menilai mahasiswa yang selama ini kerap menggelar aksi demonstrasi justru tidak terlihat ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan nyata yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

“Sampai hari ini saya tidak melihat batang hidung mahasiswa yang katanya peduli rakyat. Biasanya paling keras demo-demo, tapi saat masyarakat susah karena BBM mereka diam,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).

Benny membandingkan gerakan mahasiswa saat ini dengan mahasiswa era 2000-an yang menurutnya lebih peka terhadap persoalan publik.

“Mahasiswa tahun 2000-an itu cepat bergerak kalau ada masalah rakyat. Mereka lebih sensitif terhadap penderitaan masyarakat. Sekarang justru persoalan besar seperti BBM begini malah sepi,” katanya.

Ia menegaskan masyarakat tidak mempermasalahkan aksi mahasiswa yang selama ini turun ke jalan mendesak aparat penegak hukum menangani sejumlah kasus. Namun menurutnya, kondisi krisis BBM saat ini jauh lebih dirasakan masyarakat luas.

“Kita bukannya tidak mendukung mereka demo soal hukum atau isu lain. Tapi sekarang ada persoalan yang benar-benar menyentuh masyarakat bawah. Orang antre berjam-jam, ekonomi terganggu, aktivitas susah, tapi tidak ada juga suara mereka,” tegasnya.

Menurut Benny, diamnya mahasiswa dalam isu BBM membuat masyarakat mulai mempertanyakan arah dan motif sejumlah aksi demonstrasi yang selama ini dilakukan.

“Sampai hari ini saya tidak melihat setitik pun pernyataan dari oknum mahasiswa menyikapi persoalan yang fenomenal saat ini. Maka masyarakat juga wajar kalau mulai menilai jangan-jangan aksi mereka selama ini memang ada kepentingan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar gerakan mahasiswa tidak kehilangan fungsi moral dan sosial sebagai penyambung aspirasi rakyat.

“Jangan sampai masyarakat berpikir demo-demo itu ada yang membiayai atau memang pesanan. Karena ketika persoalan nyata masyarakat muncul, justru mereka diam,” katanya lagi.

Benny berharap mahasiswa kembali menjalankan peran sebagai kontrol sosial yang hadir di tengah persoalan masyarakat, termasuk dalam kondisi krisis BBM yang saat ini dikeluhkan warga Kotim. (ang)

Editor : Slamet Harmoko
#mahasiswa #sampit #krisis bbm #kotim #warga