Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Harga Kelapa Anjlok, Petani Kotim Tertekan Biaya Produksi

Usay Nor Rahmad • Senin, 4 Mei 2026 | 14:28 WIB

 

Kelapa tua hasil pertanian di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan , Kabupaten Kotawaringin Timur.
Kelapa tua hasil pertanian di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan , Kabupaten Kotawaringin Timur.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Harga kelapa di wilayah Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), anjlok drastis ke kisaran Rp1.700 hingga Rp1.800 per butir.

Padahal, tahun lalu komoditas ini sempat menyentuh Rp6.000 hingga Rp7.000 per butir, membuat petani kini mengeluhkan turunnya pendapatan di tengah biaya produksi yang terus meningkat.

Salah seorang petani, Heriyati, mengaku kondisi tersebut sangat memberatkan. Menurutnya, penurunan harga tidak sebanding dengan kenaikan kebutuhan pokok dan biaya operasional.

“Harga sekarang turun jauh, padahal kebutuhan pokok naik semua. Jadi terasa berat sekali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selain harga jual yang anjlok, biaya panen juga ikut meningkat. Upah tenaga kerja saat ini berada di kisaran Rp650 ribu hingga Rp700 ribu per 1.000 butir kelapa.

Dengan kondisi tersebut, hasil penjualan harus dibagi dengan biaya operasional, sehingga keuntungan yang diterima petani menjadi sangat minim.

“Upah pekerja naik, jadi hasilnya harus dibagi. Petani cuma dapat setengahnya saja,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan petani lainnya, Annisa. Ia menilai kondisi saat ini jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya ketika harga kelapa masih tinggi dan memberikan keuntungan lebih.

“Tahun kemarin senang hati sudah dengan harga segitu. Sekarang turun, hitungannya harus bagi dua dengan tukang kerja,” ungkapnya.

Para petani berharap pemerintah dapat turun tangan menjaga stabilitas harga kelapa, agar tidak terus merugikan petani di tengah tekanan ekonomi yang semakin meningkat. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#harga kelapa anjlok #biaya produksi #kotim #harga kelapa melonjak