PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah pada 1 Mei 2026 terasa berbeda dari daerah lain terutama di kota-kota besar.
Tidak ada aksi demonstrasi di jalanan, puluhan buruh yang tergabung dalam DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) justru menggelar syukuran dan potong tumpeng di Komplek Perum Tora, Jalan Pasir Panjang.
Ketua KSPSI Kobar, Kosim Hidayat, menyampaikan bahwa keputusan untuk tidak menggelar aksi demonstrasi merupakan langkah yang disengaja.
Ia menilai bahwa kebijakan strategis terkait ketenagakerjaan berada di tingkat pusat, sehingga aksi besar di daerah belum tentu memberikan perubahan yang signifikan secara langsung.
“Kita sengaja menggelar acara syukuran, namun tetap kritik dan upaya memperjuangkan hak-hak pekerja tetap tersampaikan dengan baik kepada pemerintah,” ujarnya.
Meski tanpa aksi turun ke jalan, Kosim menegaskan bahwa pihaknya tetap menyoroti sejumlah persoalan penting yang masih dihadapi para pekerja. Salah satu yang menjadi perhatian adalah regulasi terkait outsourcing yang dinilai masih berpotensi merugikan buruh.
“Soal outsourcing memang secara regulasi ada, tetapi kita terus mendorong agar tidak merugikan para pekerja ini yang harus terus kita perjuangkan,” jelasnya.
Terkait kondisi ketenagakerjaan, Kosim mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 situasi di Kobar cenderung kondusif. Ia menyebut hanya terdapat beberapa kasus yang dinilai tidak terlalu signifikan dan dapat diselesaikan melalui dialog.
“Yang banyak kasus merugikan pekerja itu di tahun 2020 ke bawah, untuk beberapa tahun belakangan ini cenderung kondusif,” ungkapnya.
Pada momentum Hari Buruh ini, Kosim juga menyampaikan harapan agar hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah dapat terus terjalin harmonis.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak demi menciptakan keseimbangan yang adil, sejalan dengan tema nasional
May Day tahun ini, yaitu mengawal regulasi ketenagakerjaan yang adil untuk semua. “Harapannya semua pihak sama-sama mendapatkan porsi yang berimbang dan proporsional,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kotawaringin Barat, Suyanto, yang turut hadir bersama Kapolres Kobar, memberikan apresiasi atas peringatan May Day yang berlangsung damai tersebut.
Ia menilai pendekatan yang dilakukan para buruh tetap mampu menyampaikan aspirasi secara efektif. “Apresiasi kita sampaikan kepada para buruh di Kobar yang menggelar kegiatan dengan pendekatan berbeda. Meskipun demikian, pesan-pesan untuk perjuangan kaum buruh tetap tersampaikan dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah agar tidak terjadi kesenjangan dalam hubungan industrial. (sam/sla)
Editor : Slamet Harmoko