Kasat Reskrim Polres Lamandau AKP Jhon Digul Manra, membenarkan kejadian tragis tersebut."Betul, ada kejadian gantung diri," ujarnya, Rabu (29/4).
Dari informasi digali pihaknya mengungkapkan, kejadian itu diketahui ketika petugas Pamapta II Polres Lamandau menerima laporan dari warga pada Selasa (28/4) sekitar pukul 23.30 WIB. Kemudian tim gabungan yang terdiri dari piket fungsi, unit Identifikasi, dan personel Polsek Lamandau, segera bergerak menuju lokasi.
Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Rabu pukul 01.30 WIB, petugas menemukan jasad korban sudah dalam posisi terbaring di bawah pondok kebun. Berdasarkan keterangan saksi, Agustinus dan Dyka, mereka adalah orang pertama yang melihat tubuh Dino dalam posisi tergantung.
Keduanya segera membangunkan istri pria putus asa tersebut, yakni Putri Alisa, yang saat itu tengah tertidur di dalam pondok. Awalnya, Putri sempat tidak percaya, namun setelah melihat kondisi suaminya, ia langsung histeris, sambil memeluk tubuh pasangan hidupnya itu.
Ia kemudian meminta saksi Agustinus untuk segera memotong tali nilon putih yang menjerat leher suaminya. Sayangnya, saat diperiksa, Dino sudah tidak bernyawa.
Baca Juga: Gantung Diri Usai Bertengkar dengan Istri
Pihak kepolisian segera melakukan sterilisasi area dengan memasang garis polisi (police line). Unit Identifikasi juga telah melakukan olah TKP awal serta mengamankan sejumlah barang bukti.
Jhon Digul menjelaskan, dari hasil pemeriksaan fisik luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh pelaku bunuh diri itu. Namun, petugas menemukan ciri fisik khas korban bunuh diri.
"Hasil olah TKP menunjukkan posisi lidah korban dalam keadaan tergigit dan ditemukan cairan sperma pada kemaluan. Hal ini menguatkan indikasi murni gantung diri," ungkapnya.
Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUD Abdul Gani untuk menjalani visum guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut."Adapun motif nya masih dilakukan pendalaman," tandas Jhon. (mex/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama