Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Banjir Kotim Meluas! Giliran Desa-Desa di Pulau Hanaut Terendam, Air Capai 1 Meter di Titik Terendah

Usay Nor Rahmad • Jumat, 24 April 2026 | 14:23 WIB
Kondisi banjir di wilayah Desa Bapinang Hilir, Kecamatan Pualau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (24/4/2026). (Camat Pulau Hanaut)
Kondisi banjir di wilayah Desa Bapinang Hilir, Kecamatan Pualau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Jumat (24/4/2026). (Camat Pulau Hanaut)
 
 
SAMPIT, radarsampit.jawapos.com  – Banjir kembali merendam sebagian besar desa di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Tingginya curah hujan yang disertai pasang air sungai membuat 11 hingga 12 desa terdampak dari total 14 desa yang ada.
 
Camat Pulau Hanaut Fahrujiansyah, mengatakan hanya dua desa yang relatif aman dari genangan, yakni Desa Rawasari dan Makarti Jaya karena letaknya jauh dari aliran sungai.
 
“Biasanya yang terdampak banjir ada 11 sampai 12 desa. Yang tidak terdampak hanya Rawasari dan Makarti Jaya,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
 
Menurut dia, banjir di wilayah tersebut sudah menjadi kejadian yang cukup sering terjadi. Dalam kondisi normal, genangan air bisa surut dalam waktu 4 hingga 6 jam.
 
Namun, jika debit air meningkat, air dapat masuk ke dalam rumah warga seperti yang kerap terjadi di Desa Santiruk dan Hantipan.
 
Banjir yang terjadi hari ini dipicu hujan deras pada malam hari. Kondisi itu diperparah karena air belum sempat surut, kemudian disusul pasang sungai pada pagi harinya.
 
Saat ini, ketinggian air di sekitar kantor kecamatan mencapai sekitar 30 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa dan masih terus mengalami kenaikan. Dampaknya, aktivitas pelayanan publik ikut terganggu.
 
“Pasti mengganggu, karena masyarakat harus melewati banjir untuk masuk ke kantor,” jelasnya.
 
Di Desa Babirah, kondisi lebih parah. Ketinggian air di sepanjang Jalan Bapinang–Pagatan rata-rata mencapai 50 sentimeter. Bahkan di beberapa titik terendah, genangan air dilaporkan hingga 1 meter.
 
Pemerintah kecamatan berharap adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, khususnya dalam pembenahan infrastruktur jalan yang kerap terendam saat banjir terjadi.
 
Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lain, termasuk kemunculan buaya di sekitar bantaran sungai.
 
“Kami imbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama yang beraktivitas di pinggir sungai. Untuk wilayah pesisir juga kami larang memelihara ternak di bantaran sungai karena bisa mengundang buaya,” tegasnya.  (oes)
Editor : Slamet Harmoko
#Pulau Hanaut #banjir #kotim #kalteng