PALANGKA RAYA–Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) mengirim pesan tegas kepada para kandidat calon rektor. Mereka menginginkan pemimpin kampus dari kalangan guru besar yang memiliki rekam jejak bersih, integritas kuat, visioner, dan mampu membawa kampus melompat lebih maju.
Harapan itu tergambar kuat dalam survei yang dilakukan Tim Survei In Depth Politics terhadap 1.035 mahasiswa dari delapan fakultas di UPR. Hasilnya, mayoritas mahasiswa menilai kualitas akademik dan integritas menjadi syarat mutlak bagi figur yang akan memimpin universitas ke depan.
Ketua Tim Survei In Depth Politics Roby Krystianto mengatakan, mahasiswa kini tidak hanya menuntut pemimpin akademik, tetapi figur yang benar-benar mampu membawa perubahan besar bagi kampus.
“Mahasiswa menginginkan rektor yang bersih, berintegritas, visioner, dan memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat agar UPR bisa melompat lebih maju,” ujarnya, Senin (20/4).
Menurut Roby, hasil survei menunjukkan mahasiswa menaruh harapan besar pada figur rektor yang memiliki kepemimpinan inovatif, tegas, dan berwibawa, serta mampu membangun jejaring di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Mahasiswa juga menginginkan pemimpin kampus yang memahami kebutuhan dunia akademik sekaligus mampu memperkuat riset, meningkatkan kualitas dosen, memperbaiki sarana prasarana, dan membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka.
“Selain kuat secara akademik, mahasiswa ingin rektor yang mampu membangun tata kelola kampus yang baik, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan civitas akademika,” katanya.
Survei juga menunjukkan, mahasiswa tidak terlalu mempersoalkan asal daerah calon rektor. Sebanyak 88,32 persen responden menilai asal kedaerahan bukan hal penting, namun 80,45 persen tetap berharap rektor berasal dari internal UPR, agar lebih memahami persoalan kampus.
Artinya, mahasiswa lebih menitikberatkan pada kapasitas dan integritas, bukan pada latar belakang geografis.Selain itu, mahasiswa berharap rektor terpilih mampu memperkuat pengembangan kompetensi mahasiswa melalui dukungan hibah, riset, kerja sama akademik, hingga perluasan jaringan karier setelah lulus.
Sebanyak 70,02 persen responden berharap, rektor mampu memfasilitasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan pengabdian dan riset nasional maupun internasional. Sementara 72,46 persen menginginkan dukungan hibah akademik yang menjangkau dosen dan mahasiswa di semua level.
Di sisi lain, 78,21 persen responden meminta pembenahan sarana dan prasarana kampus menjadi prioritas, sedangkan 96,18 persen menilai forum diskusi terbuka antara pimpinan kampus dan mahasiswa harus diperkuat.
Menurut Roby, hasil survei ini menjadi gambaran jelas arah harapan mahasiswa terhadap sosok pemimpin UPR ke depan.“Mahasiswa ingin rektor yang bukan hanya bergelar profesor, tetapi juga bersih, visioner, dan benar-benar mampu membawa perubahan nyata bagi kampus,” tegasnya.
Ia menambahkan, hasil survei ini menjadi sinyal kuat bagi para calon rektor bahwa mahasiswa kini semakin kritis dan memiliki standar tinggi terhadap figur pemimpin kampus.
“Rektor ke depan harus mampu menjawab harapan mahasiswa untuk membawa UPR menjadi kampus yang lebih maju, kompetitif, dan berdaya saing,” tandas Roby.
Dukungan terhadap peningkatan kualitas akademik juga terlihat dari tingginya harapan terhadap kebijakan hibah, penguatan sarana prasarana, dan pola komunikasi yang lebih terbuka antara pimpinan kampus dengan sivitas akademika.
Baca Juga: UPR Hormati Proses Hukum Pada Tersangka Dugaan Korupsi Program Pascasarjana
“Mahasiswa juga berharap rektor terpilih mampu membuka ruang pengembangan akademik, termasuk dukungan hibah, peningkatan infrastruktur, dan pola komunikasi yang lebih terbuka,” papar Roby.
Ia juga menegaskan, hasil survei ini dilakukan secara independen tanpa intervensi pihak manapun. Ia memastikan seluruh proses berjalan objektif sesuai kaidah metodologi penelitian
“Survei ini murni kami lakukan secara independen, tanpa ada titipan atau kepentingan dari pihak manapun. Kami menjaga integritas data agar hasilnya benar-benar mencerminkan suara mahasiswa,” pungkas Roby. (daq/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama