SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – GPS tiba-tiba tidak aktif, satu unit mobil pikap rental di Sampit justru raib.
Polisi pun mengamankan seorang perempuan berinisial NF (32) yang diduga menggelapkan kendaraan tersebut, Sabtu (11/4/2026).
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas AKP Edy Wiyoko mengungkapkan, kasus ini bermula pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu, pelapor mencurigai keberadaan mobil yang disewa NF setelah sistem GPS kendaraan tiba-tiba tidak aktif.
Kecurigaan tersebut mengarah pada dugaan penggelapan setelah pelapor melacak posisi terakhir kendaraan melalui peta GPS yang menunjukkan lokasi di Jalan Mahir Mahare, Palangka Raya.
Pelapor kemudian mendatangi pihak rental di CV 31 RENCAR, Kelurahan Baamang Tengah, untuk memastikan kondisi unit.
Upaya komunikasi sempat dilakukan dengan menghubungi NF melalui WhatsApp.
Terlapor masih merespons dan mengakui mobil tersebut masih berada dalam penguasaannya. Bahkan, ia sempat berjanji akan mengembalikan kendaraan pada 5 Maret 2026.
“Pelaku sempat berjanji akan mengembalikan unit yang disewa pada 5 Maret 2026,” ujar Edy.
Namun, hingga waktu yang dijanjikan, kendaraan tak kunjung dikembalikan. Saat dihubungi kembali, nomor telepon NF sudah tidak aktif.
Merasa dirugikan, pelapor memperkirakan kerugian mencapai Rp150 juta dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Baamang.
Menindaklanjuti laporan itu, Unit Reskrim Polsek Baamang melakukan penyelidikan. Hasilnya, NF akhirnya bersedia datang ke kantor polisi dan kini telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
“Saat ini terlapor sudah diamankan, sementara satu unit mobil pikap Daihatsu Grand Max masih dalam pencarian,” tambahnya.
Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk menemukan keberadaan kendaraan yang diduga digelapkan, serta mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.
Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha rental, agar lebih berhati-hati dalam menyewakan kendaraan. Pemeriksaan identitas penyewa secara menyeluruh serta penggunaan sistem pengamanan tambahan seperti GPS aktif dinilai penting guna mencegah kejadian serupa. (oes)
Editor : Slamet Harmoko