Pedagang BBM di Pangkalan Bun Tertipu Pertalite Oplosan

Koko Sulistyo • Dipublikasikan Senin, 6 April 2026 | 11:36 WIB
ilustrasi
ilustrasi

 

PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com — Sejumlah pedagang bahan bakar minyak (BBM) eceran di Pangkalan Bun menjadi korban penipuan penjualan Pertalite oplosan yang dicampur air. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 5 April 2026, dan mengakibatkan kerugian ratusan ribu rupiah.

Para pelaku menawarkan BBM jenis Pertalite kepada pedagang eceran dengan harga tertentu. Namun, setelah transaksi dilakukan, diketahui BBM tersebut telah dicampur air sehingga tidak layak digunakan dan berpotensi merusak kendaraan konsumen.

Salah satu korban, Tiara Fara Aisyah, mengaku didatangi pelaku yang menawarkan dua galon Pertalite, masing-masing berisi sekitar 20 liter. Karena merasa iba, ia membeli BBM tersebut seharga Rp400 ribu setelah menawar dari harga awal Rp440 ribu.

Usai menerima pembayaran, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Korban tidak sempat memeriksa isi galon. Kecurigaan muncul saat suami korban hendak memindahkan BBM ke botol eceran dan mendapati warna cairan tidak seperti Pertalite pada umumnya.

Setelah diperiksa, BBM tersebut diketahui telah dicampur air dengan perkiraan komposisi sekitar 70 persen air dan 30 persen BBM. Untuk menghindari kerugian konsumen akibat penggunaan BBM oplosan, korban memutuskan membuang seluruh isi galon.

Korban mengaku tidak mengenal pelaku meski lokasi kiosnya tidak jauh dari SPBU Bundaran Tudung Saji. Ia juga menyebut pelaku menyasar pedagang eceran sebagai target utama.

Kasus ini menjadi perhatian karena modus pencampuran BBM dengan air dinilai sebagai cara baru pelaku untuk meraup keuntungan secara tidak sah. (tyo/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
oplosan bbm kotawaringin barat