PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com - Sempat beredar kabar meninggal dunia tanpa identitas dan tersebar di group-group WhatsApp tanpa sanak saudara, seorang pria paruh baya akhirnya dikebumikan di Komplek Pemakaman Desa Sumber Agung Kecamatan Pangkalan Lada, Senin 30 Maret 2026.
Informasi dihimpun media ini berawal dari beredarnya foto jenazah korban yang diketahui bernama Iwan Susilo kelahiran 1970 ini di media sosial dan group WhatsApp sedang berada di Puskesmas Bumi Harjo Kecamatan Kumai.
Korban diketahui dalam kondisi meninggal tanpa sanak saudara.
Kepala Desa Sumber Agung Kecamatan Pangkalan Lada, Lilik Anggoro dikonfirmasi media ini mengatakan, korban ini belum diketahui secara pasti tinggalnya dimana karena tidak memiliki tempat tinggal tetap.
Berawal ditempat teman yang dikenalnya di Desa Sumber Agung, lantas pagi harinya yang bersangkutan memetik buah kedondong disamping rumah temannya menggunakan kayu untuk dikonsumsi. Tiba-tiba korban pingsan.
"Belum diketahui faktor apa, apakah jantung atau karena lelah yang tidak dirasa," ungkap Lilik menyampaikan.
Lantas ditolong menggunakan ambulan desa Sumber Agung dibawa ke Puskesmas terdekat di Desa Bumi Harjo Kecamatan Kumai.
Tidak lama setelah sampai di puskesmas, sekitar pukul 08.00 wib, kades mendapat kabar yang bersangkutan sudah meninggal dunia.
"Dari situ beredar foto korban untuk mencari sanak saudaranya," ungkap Kades.
Pihak desa mengaku sempat koordinasi dengan Dinas Sosial karena memang tidak ada sanak saudaranya. Namun karena sudah meninggal akhirnya dimakamkan di komplek pemakaman desa Sumber Agung.
"Akhirnya kami makamkan, di Desa kami sekitar pukul 15.30 wib. Hingga saat ini memang belum ada sanak saudaranya yang konfirmasi," ungkap Lilik.
Berdasarkan informasi yang bersangkutan bekerja berpindah-pindah menurut keterangan yang warga mengetahui, korban pernah bekerja di Bali Indah, pernah kerja di PT SSS dan di beberapa tempat kerja lainnya.
"Untuk penyebab sakitnya apa mungkin bisa konfirmasi ke Puskesmas kami tidak tahu pastinya,"pungkas Lilik dikonfirmasi. (sam)
Editor : Slamet Harmoko