Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tumpahan CPO Belum Sepenuhnya Bersih, Lalu Lintas di Parit Masih Berisiko Licin

Usay Nor Rahmad • Senin, 30 Maret 2026 | 17:40 WIB

Petugas BPBD Kotim menyiram jalan yang tercemar CPO menggunakan air bercampur zat kimia tertentu agar segera dapat dilalui oleh kendaraan. (BPBD Kotim)
Petugas BPBD Kotim menyiram jalan yang tercemar CPO menggunakan air bercampur zat kimia tertentu agar segera dapat dilalui oleh kendaraan. (BPBD Kotim)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Penanganan tumpahan crude palm oil (CPO) di jalur Trans Kalimantan, Desa Parit, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), belum sepenuhnya rampung.

Sejumlah titik masih menyisakan lapisan minyak yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengungkapkan bahwa pembersihan awal sempat diselesaikan dalam waktu sekitar satu setengah jam.

Namun, saat proses berlangsung, petugas menemukan masih ada segmen lain yang belum tertangani.

“Di awal sekitar satu setengah jam penanganan sudah selesai. Tapi ternyata masih ada satu segmen lagi yang belum sempat ditangani,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, penanganan sempat tertunda karena petugas harus beristirahat setelah bekerja cukup lama di lokasi. Selain itu, kondisi lalu lintas yang padat juga menjadi kendala di lapangan.

“Situasi sedikit padat karena antar pengguna jalan tidak sabar dan tidak mau mengalah,” tambahnya.

Saat ini, petugas BPBD telah kembali ke lokasi untuk melanjutkan pembersihan pada segmen yang tersisa.

Penanganan dilakukan dengan menyemprotkan air serta menggunakan cairan khusus yang ramah lingkungan guna mengikis sisa minyak di badan jalan.

“Selain menggunakan air, kami juga menggunakan cairan zat adiktif yang ramah lingkungan sehingga CPO bisa terkikis, kemudian lalu lintas bisa aman kembali,” jelas Multazam.

Sebelumnya, jalur Trans Kalimantan di Desa Parit lumpuh total akibat kecelakaan truk bermuatan CPO pada Minggu malam (29/3/2026).

Insiden tersebut dipicu oleh truk peti kemas yang tidak kuat menanjak hingga terjadi tabrakan beruntun dengan truk CPO.

Tumpahan minyak sawit yang meluber ke badan jalan menyebabkan permukaan aspal menjadi licin dan memicu antrean panjang kendaraan dari dua arah, baik Sampit menuju Palangka Raya maupun sebaliknya.

Hingga Senin pagi, arus lalu lintas masih diberlakukan sistem buka-tutup. Pengendara diimbau untuk tetap waspada, mengurangi kecepatan, dan menjaga jarak aman karena kondisi jalan yang masih berisiko licin di beberapa titik. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#minyak #CPO #jalanan licin #pembersihan