SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Setelah sempat dikeluhkan warga karena minim penerangan, kondisi Taman Ikon Jelawat di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini mulai kembali terang.
Perbaikan dilakukan secara bertahap oleh pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kotim.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKUPP Kotim Muslih, mengatakan laporan terkait banyaknya lampu padam diterima pihaknya beberapa hari sebelum Lebaran.
Tim sempat turun melakukan pengecekan, namun perbaikan tidak bisa langsung dilakukan karena keterbatasan petugas teknis saat itu.
“Per 26 Maret 2026, sebagian besar lampu sudah terpasang kembali. Memang belum 100 persen, tapi kawasan sudah mulai terang. Tinggal tiga lampu sorot di sekitar patung Ikon Jelawat yang masih dalam proses pemesanan,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Ia menjelaskan, dari total 27 titik lampu yang sebelumnya padam, sebanyak 24 titik kini sudah kembali berfungsi normal. Selain itu, kerusakan kabel bawah tanah yang sempat menjadi kendala juga telah diperbaiki.
Tak hanya penerangan, pembenahan fasilitas lain juga mulai dilakukan. Salah satunya perbaikan tulisan “Icon Jelawat” yang kondisinya rusak.
“Perbaikan tulisan itu juga kami targetkan selesai dalam minggu ini,” tambahnya.
Sementara itu, fasilitas air mancur pada patung ikan jelawat belum dapat difungsikan dalam waktu dekat. Hal ini disebabkan kerusakan pada pompa yang memerlukan anggaran tambahan untuk perbaikan.
“Pompa airnya rusak dan butuh biaya. Ini akan kami upayakan secara bertahap karena belum bisa langsung ditangani,” jelas Muslih.
Penanganan rumput liar yang tumbuh di bagian mulut patung juga akan dilakukan. Untuk pekerjaan ini, DKUPP berencana melibatkan petugas pemadam kebakaran karena membutuhkan peralatan khusus seperti tangga tinggi.
Di sisi lain, persoalan kebersihan masih menjadi perhatian. Keterbatasan jumlah petugas membuat sampah di kawasan taman masih terlihat berserakan.
“Petugas kebersihan hanya dua orang, masing-masing pagi dan siang. Kemungkinan penambahan tenaga akan kami kaji,” ungkapnya.
Sebagai langkah awal, pihaknya berencana menambah fasilitas tempat sampah guna mengatasi persoalan tersebut.
“Tong sampah memang masih terbatas, itu jadi prioritas kami untuk segera ditambah,” tegasnya.
Meski di tengah keterbatasan anggaran, Muslih memastikan pihaknya tetap berkomitmen melakukan pemeliharaan Taman Ikon Jelawat sebagai salah satu ikon wisata di Sampit.
“Ini bagian dari tugas yang diberikan pimpinan. Dengan inovasi dan upaya bertahap, kami optimistis perawatan taman ini bisa terus berjalan,” pungkasnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko