Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Tambang Emas Dadakan di Kasongan Jadi Sumber Rezeki, Pekerja Raup Hingga Rp1 Juta per Hari

Yuswanto RS • Rabu, 25 Maret 2026 | 16:40 WIB

Lahan  parkir dan saat proses pembuatan lanting sedot mas yg kemudian dibawa ke lokasi sedot pada bagian hilir. (Yuswanto RS/Radar Sampit)
Lahan parkir dan saat proses pembuatan lanting sedot mas yg kemudian dibawa ke lokasi sedot pada bagian hilir. (Yuswanto RS/Radar Sampit)

KASONGAN, radarsampit.jawapos.com - Di tengah efisiensi dan sempitnya lapangan pekerjaan, peluang mencari nafkah tetap terbuka.

Salah satunya muncul dari aktivitas penyedotan emas di Jalan Karet Km 8, Jalan Tjilik Riwut, Kasongan, yang kini menjadi magnet bagi ratusan warga.

Setiap hari, lokasi tersebut dipadati pekerja yang datang untuk mencoba peruntungan. Meski tergolong pekerjaan tradisional, hasil yang didapat cukup menggiurkan.

Dalam sehari, pekerja bahkan bisa meraup penghasilan hingga Rp1 juta, tergantung dari hasil yang diperoleh.

Tak hanya bagi pekerja tambang, keberadaan aktivitas ini juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Warga lokal ikut menikmati aliran rezeki dari berbagai peluang usaha yang muncul secara spontan.

Salah satunya adalah usaha penyediaan lahan parkir. Leding, salah seorang warga yang memanfaatkan lahannya, mengaku pendapatannya cukup menjanjikan.

“Dalam sehari bisa mencapai Rp300 ribu,” ungkapnya kepada media, Rabu (25/3/2026).

Menurut dia, usaha parkir ini tidak memerlukan pengelolaan rumit. Ia hanya menyediakan lahan, sementara pengaturan kendaraan dilakukan secara mandiri.

“Tarif parkir untuk motor Rp5 ribu dan mobil Rp20 ribu,” tambahnya.

Selain itu, pedagang makanan dan minuman juga turut merasakan dampaknya. Ramainya aktivitas di lokasi tambang membuat dagangan mereka laris manis.

Dalam sehari, para pedagang bisa mengantongi penghasilan hingga Rp300 ribu.

Pedagang keliling pun tak ketinggalan. Seperti penjual pentol, yang langsung mendatangi lokasi tambang untuk menjajakan dagangannya kepada para pekerja.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan lapangan kerja, aktivitas ekonomi informal seperti tambang emas tradisional mampu menjadi sumber penghidupan baru, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar. (ktr-3/sla)

Editor : Slamet Harmoko
#katingan #dadakan #tambang emas #kasongan