Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Didominasi Cuaca Kering, Risiko Karhutla di Kotim Meningkat

Usay Nor Rahmad • Rabu, 25 Maret 2026 | 15:45 WIB

Kebakaran lahan terjadi di wilayah Kecamatan Baamang, Rabu (25/3/2026). (BPBD Kotim)
Kebakaran lahan terjadi di wilayah Kecamatan Baamang, Rabu (25/3/2026). (BPBD Kotim)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan tren peningkatan.

Berdasarkan rilis terbaru Stasiun Meteorologi H. Asan Kotim, sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah masuk kategori sangat mudah terbakar dalam dua hari terakhir, yakni 25–26 Maret 2026.

Pada peta analisis parameter cuaca, warna merah mendominasi hampir seluruh wilayah. Ini menunjukkan kondisi lingkungan yang sangat rentan terhadap terjadinya kebakaran, terutama di lahan gambut yang mudah kering.

Tak hanya itu, data rekapitulasi hotspot dalam 24 jam terakhir juga mencatat sejumlah titik panas di Kotim.

Titik-titik tersebut tersebar di beberapa kecamatan seperti Mentaya Hulu, Antang Kalang, Bukit Santuai, hingga Telaga Antang.

Keberadaan hotspot ini menjadi indikator awal potensi kebakaran yang perlu diwaspadai.

Di sisi lain, peluang turunnya hujan di wilayah Kotim masih tergolong sedang. BMKG memperkirakan potensi pertumbuhan awan hujan terjadi dalam periode 25 Maret pukul 07.00 WIB hingga 26 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.

Namun, kondisi ini belum cukup signifikan untuk menekan risiko kebakaran secara menyeluruh.

Prakiraan curah hujan 24 jam ke depan juga menunjukkan wilayah Kotim cenderung berawan, dengan peluang hujan ringan yang tidak merata.

Artinya, sebagian wilayah masih berpotensi mengalami kondisi kering, terutama pada siang hingga sore hari.

Di satu sisi, ada potensi hujan, tetapi di sisi lain tingkat kekeringan lahan masih tinggi. Situasi tersebut kerap menjadi pemicu munculnya kebakaran, terutama akibat aktivitas manusia.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, sekecil apa pun. Selain itu, warga juga diminta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di sekitar lingkungan.

Dengan meningkatnya titik panas dan dominasi wilayah berstatus rawan terbakar, kewaspadaan semua pihak menjadi kunci untuk mencegah karhutla meluas di Kotim. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#cuaca #sampit #kotim #kalteng #cuaca kering