SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Suasana haru dan khusyuk menyelimuti pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Jami Noor Agung, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Sabtu (21/3/2026).
Khutbah yang disampaikan Muhammad Alfiannur terasa begitu menggetarkan, terutama saat ia menyampaikan pesan seolah datang dari para ahli kubur.
Dalam khutbahnya, ia mengajak jemaah untuk kembali memperkuat iman dan takwa kepada Allah SWT, dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan.
Momen paling menyentuh terjadi ketika ia mengisahkan teladan Ali bin Abi Talib yang pernah menyapa penghuni kubur saat melintasi pemakaman.
Dalam kisah itu, Ali menggambarkan kondisi orang-orang yang telah wafat—rumah yang mereka bangun telah ditempati orang lain, harta yang dikumpulkan telah dibagi, bahkan pasangan hidup pun telah bersama orang lain.
“Seandainya ahli kubur bisa menyampaikan pesan kepada kita yang masih hidup, maka mereka hanya akan berpesan satu hal: berbekallah. Karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa kepada Allah SWT,” ujar Alfiannur di hadapan jemaah.
Ia menegaskan, kehidupan dunia hanyalah sementara. Apa yang dimiliki hari ini, suatu saat pasti akan ditinggalkan. Termasuk orang-orang tercinta yang tidak selamanya bisa bersama, bahkan di hari raya.
Selain itu, ia juga mengingatkan tentang keutamaan bulan Ramadan yang baru saja berlalu. Bulan penuh kemuliaan itu menjadi momen turunnya Alquran, hadirnya malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan, serta dibukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka.
Namun, menurutnya, kepergian Ramadan justru menjadi musibah besar bagi umat Islam. Mengutip sabda Nabi Muhammad, ia menyebut bahwa kehilangan Ramadan berarti kehilangan kesempatan besar untuk meraih ampunan, dikabulkannya doa, dan dilipatgandakannya pahala.
“Tahun lalu kita masih bersama orang-orang yang kita cintai. Hari ini, sebagian dari mereka sudah tidak lagi bersama kita. Dan suatu saat nanti, kita pun akan seperti mereka,” ucapnya.
Di akhir khutbah, Alfiannur mengajak jemaah untuk memanfaatkan waktu yang ada dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Tidak akan lama lagi. Mari kita berbekal. Isi siang dan malam kita dengan mendekatkan diri kepada Allah. Karena pada akhirnya, kita semua akan menyusul,” pungkasnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko