Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Lahan Gambut Terbakar Lagi, BPBD Kotim Curiga Dilakukan dengan Sengaja

Usay Nor Rahmad • Kamis, 19 Maret 2026 | 08:56 WIB

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam saat meninjau langsung kebakaran lahan yang terjadi di Jalan MT Haryono Barat Sampit, Rabu (18/3/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam saat meninjau langsung kebakaran lahan yang terjadi di Jalan MT Haryono Barat Sampit, Rabu (18/3/2026).

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (18/3/2026). Kali ini, kebakaran muncul di dua titik berbeda dengan luas terdampak diperkirakan hampir mencapai 0,5 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengungkapkan kedua lokasi kebakaran tersebut berada di area yang dapat diakses dari jalan, sehingga memudahkan proses penanganan oleh petugas.

“Hari ini terjadi karhutla di dua titik. Lokasinya bisa dijangkau dari jalan, jadi penanganan bisa cepat dilakukan,” ujarnya.

Dalam upaya pemadaman, BPBD Kotim berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) serta dibantu para sukarelawan yang turut turun ke lapangan.

“Alhamdulillah api sudah berhasil dipadamkan berkat kerja sama semua pihak,” tambahnya.

Namun demikian, proses penanganan belum sepenuhnya selesai. Hingga saat ini, masih ditemukan asap yang keluar dari dalam tanah, mengingat lokasi kebakaran berada di lahan gambut yang rawan menyimpan bara api di bawah permukaan.

“Memang belum sepenuhnya padam. Asap masih muncul dari dalam gambut,” jelasnya.

Terkait penyebab kebakaran, BPBD Kotim masih melakukan pendalaman. Meski begitu, dari hasil pengamatan awal di lapangan, terdapat indikasi yang mengarah pada dugaan pembakaran disengaja.

“Kalau melihat kondisi dan tanda-tandanya, seperti ada sekat-sekat yang dibuat, ini mengarah pada kemungkinan sengaja dibakar,” ungkap Multazam.

Ia menegaskan, kebakaran di lahan gambut memerlukan penanganan ekstra karena berpotensi meluas dan sulit dipadamkan. Terlebih, lokasi tersebut sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa pada tahun-tahun lalu.

Karena itu, BPBD Kotim mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berbahaya, tindakan tersebut juga dapat dikenakan sanksi hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Apalagi lahan gambut sangat rawan dan butuh penanganan serius,” tegasnya.

BPBD juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang mulai kering, guna mencegah terjadinya karhutla di wilayah Kotim.(oes)

Editor : Slamet Harmoko
#sampit #kotim #kalteng #kebakaran lahan