SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyiagakan personel dan peralatan selama 24 jam penuh.
Pasalnya saat ini dinilai telah memasuki periode rawan bencana bertepatan menjelang Idulfitri.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam, mengatakan pihaknya telah menyusun rencana kontingensi dan operasi kebencanaan yang berlaku pada 18 hingga 25 Maret 2026.
“Pos Komando BPBD kami siagakan 24 jam dengan sistem jaga dua shift. Selain itu, kami juga menyiapkan tambahan 20 personel untuk perbantuan jika terjadi kondisi darurat,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, seluruh unit rescue beserta peralatan pendukung telah dipastikan dalam kondisi siap pakai.
BPBD juga bersinergi dengan relawan kebencanaan dan membuka layanan pelaporan bagi masyarakat melalui nomor darurat yang telah disediakan.
“Kami pastikan semua peralatan dalam kondisi siap dan bisa digunakan kapan saja,” tambahnya.
Selain siaga umum, BPBD Kotim juga melakukan penguatan di sejumlah titik yang dinilai rawan.
Pada 22 hingga 23 Maret 2026, sebanyak 10 personel akan ditempatkan di wilayah Desa Ujung Pandaran dengan dukungan dua unit perahu karet, dua mobil rescue, kendaraan roda dua, serta perlengkapan water rescue.
Sementara itu, di wilayah Kota Sampit, delapan personel juga disiagakan di posko BPBD dengan dukungan satu unit perahu dolpin, dua kendaraan roda dua, satu mobil rescue, serta enam unit water tanki dan pompa pemadam.
Tak hanya itu, untuk periode 20 hingga 25 Maret, BPBD juga menyiapkan 10 personel tambahan di Kota Sampit yang siap bergerak cepat ke lokasi kejadian apabila terjadi bencana.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.
“Kami ingin memastikan respons cepat bisa dilakukan jika terjadi bencana. Seluruh personel dan peralatan sudah dalam kondisi siap siaga,” tegas Multazam.
Dengan kesiapsiagaan tersebut, BPBD Kotim berharap penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan efektif, sehingga dampak yang ditimbulkan bisa diminimalkan. (oes)
Editor : Slamet Harmoko