SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Ketua Organda Kotawaringin Timur (Kotim), Suhendra, memastikan kesiapan angkutan umum dalam menghadapi arus mudik Lebaran, termasuk kelancaran operasional dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi armada bus.
Menurutnya, pihak Organda terus aktif melakukan pengaturan di lapangan setiap hari, terutama di kawasan Terminal Kilometer 2 Jalan Jenderal Sudirman, guna memastikan arus penumpang dan distribusi barang berjalan lancar hingga malam Lebaran.
“Setiap hari kami tetap aktif. Menjelang Lebaran, pengaturan arus penumpang dan barang kami lakukan sampai malam Lebaran,” ujarnya.
Suhendra menjelaskan, pengaturan difokuskan pada kelancaran pergerakan kendaraan, khususnya di area stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), agar distribusi BBM tidak menghambat operasional armada angkutan.
“Di lapangan kami mengatur keluar masuk kendaraan, terutama yang mengambil Bio Solar, termasuk arus bus agar tidak terjadi hambatan,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh armada bus tetap mendapatkan suplai BBM karena adanya alokasi khusus bagi anggota Organda di SPBU. Dengan demikian, operasional angkutan umum tetap terjamin selama periode mudik.
“Sudah dipastikan anggota tetap mendapat suplai BBM karena ada kuota Organda di SPBU, jadi aman,” tegasnya.
Dari sisi operasional, saat ini pergerakan bus berkisar antara 29 hingga 30 unit per hari, dengan kebutuhan rata-rata sekitar 180 liter BBM per unit.
“Kalau dihitung, tinggal dikalikan saja kebutuhan per unitnya,” ungkapnya.
Meski demikian, menjelang Lebaran, distribusi BBM diprioritaskan untuk angkutan penumpang dibandingkan angkutan lainnya. Hal ini berpotensi berdampak pada angkutan barang tertentu.
“Kalau hari besar, angkutan orang yang diprioritaskan. Angkutan pedesaan atau pupuk bisa terdampak karena keterbatasan BBM,” katanya.
Kendati demikian, Suhendra memastikan kondisi armada bus untuk melayani masyarakat selama arus mudik masih dalam keadaan aman dan siap beroperasi.
“Untuk bus, sementara ini aman,” pungkasnya. (ang)
Editor : Slamet Harmoko