Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Dalam Sebulan, Kebakaran Bangunan dan Lahan makin Marak di Kalteng

Radar Sampit • Minggu, 15 Maret 2026 | 22:10 WIB

Petugas saat berusaha memadamkan kebakaran lahan seluas 10 hektare di Desa Keraya Kecamatan Kumai, Sabtu (14/3) malam.
Petugas saat berusaha memadamkan kebakaran lahan seluas 10 hektare di Desa Keraya Kecamatan Kumai, Sabtu (14/3) malam.

PALANGKA RAYA,radarsampitjawapos.com- Peristiwa kebakaran baik yang menyasar bangunan dan areal lahan garapan makin marak di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam sebulan terakhir.

Di Ibu Kota Kalteng, Palangka Raya, berselang tak sampai sepekan, kebakaran besar beruntun terjadi. Selasa (10/3) pekan lalu, menghanguskan sedikitnya 25 bangunan di Gang Suka Maju, Jalan Dr Murjani, sekitar pukul 18.17 WIB. Akibatnya 130 lebih warga kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran besar kembali terjadi Sabtu (14/3) sore. Kali ini melanda Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) dan wahana bermain anak di Jalan Yos Sudarso Palangka Raya.Kobaran api yang cepat membesar disertai asap hitam pekat membuat warga dan pedagang berhamburan menyelamatkan diri.

Kebakaran terjadi saat kawasan itu dipadati warga yang sedang berburu menu berbuka puasa. Banyak pengunjung yang kaget melihat api tiba-tiba membesar dari salah satu gerobak kuliner.

Sebagian besar bangunan warung di kawasan tersebut berbahan kayu sehingga api dengan cepat meluas. Warga dan pedagang sempat berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Komandan Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Sucipto mengatakan,  objek yang terbakar meliputi pusat kuliner pujasera, wahana bermain anak, toko mainan anak-anak, serta dua unit sepeda motor.

“Api berasal dari dalam gerobak yang berada di pusat kuliner Pujasera. Kerugian diperkirakan mencapai Rp80 juta,” ungkapnya, Minggu (15/3).

Dipastikan, kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Meski sempat beredar kabar adanya seorang anak yang hilang saat kebakaran terjadi, namun anak tersebut akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.

Petugas Damkar saat memadamkan api kebakaran di Palangka Raya, Sabtu (14/3)
Petugas Damkar saat memadamkan api kebakaran di Palangka Raya, Sabtu (14/3)

Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Kehutanan Provinsi, Satpol PP Kota Palangka Raya, hingga tim pemadam swakarsa.

Pemilik warung Soto Samiaji Lamongan, Khoirul Huda mengatakan api pertama kali muncul dari gerobak soto miliknya.“Awalnya api muncul dari kompor di gerobak soto yang kami jual. Tiba-tiba api membesar dan mengenai triplek yang ada di gerobak,” ujarnya.

Menurutnya, kobaran api kemudian dengan cepat menjalar ke bagian atas kios. Hembusan angin yang cukup kencang membuat api semakin sulit dikendalikan dan merambat ke kios lain di sekitarnya.“Api langsung besar ke atas dan karena angin kencang merembet ke kios lainnya yang berada di samping,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.“Kasus ini masih dalam penyelidikan dan sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan,” tegasnya.

Terpisah,  kebakaran besar menyasar lahan padang rumput dengan luas sekitar 10 hektar di pesisir Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Sabtu sekitar pukul 19.30 WIB.

Peristiwa ini membuat heboh warga di Desa Keraya di sekitar lokasi kejadian.   Pasalnya penampakan cahaya memerah saga, terlihat meninggi dari arah hutan di desa mereka.

Langit yang biasa gelap gulita menjadi terang benderang, hamparan Padang savana, semak belukar, pepohonan terbakar hebat, dorongan angin kencang membuat api dengan cepat meluas membakar vegetasi mengering di sekitarnya.

Kebakaran itu sudah yang kesekian kali dalam sepekan terakhir, dan sudah puluhan hektar lahan yang hangus.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Kobar Andan Santana menegaskan, dalam penanganan kebakaran lahan di Desa Keraya, pihaknya kesulitan akses masuk, dan minimnya sumber air.

"Praktis dalam pemadaman personel mengandalkan dari unit water suplai BPBD, karena sumber air di lokasi tersebut sangat minim, bahkan hampir tidak ada," ungkapnya.

Meski demikian, tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, MPA Desa Keraya dan Sebuai, para relawan dan masyarakat tidak patah arang, selain dengan semprotan air, pemadaman juga dilakukan dengan gepyok.

Sebuah sepeda motor hangus, setelah kebakaran melanda Pujasera di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Sabtu (14/3) sore.
Sebuah sepeda motor hangus, setelah kebakaran melanda Pujasera di Jalan Yos Sudarso, Palangka Raya, Sabtu (14/3) sore.

Alhasil sejak penanganan pukul 19.30 WIB, api dapat dipadamkan total pada pukul 23.45 WIB, dari total 10 hektar yang terbakar, tim gabungan berhasil memadamkan 8 hektar diantaranya. "Meski ditengah kepulan asap tebal, gelap, akses air terbatas, tetapi semangat personel luar biasa dan api dapat dipadamkan total," papar Andan.

Sementara itu, potensi kebakaran di wilayah Kotim, data terbaru dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  Stasiun Meteorologi H Asan Kotim mencatat,  sedikitnya tiga hotspot muncul dalam pemantauan satelit selama 24 jam terakhir.

Berdasarkan rekapitulasi data titik panas yang diakses Minggu (15/3), ketiga hotspot tersebut terdeteksi pada 14 Maret 2026 sekitar pukul 13.20 WIB dengan tingkat kepercayaan cukup tinggi. Titik panas itu tersebar di tiga kecamatan berbeda.

Masing-masing berada di Telaga Antang, Mentawa Baru Ketapang, dan Bukit Santuai. Detail lokasi menunjukkan titik panas berada di wilayah Bukit Indah (Telaga Antang), Bangkuang Makmur (Mentawa Baru Ketapang), serta Tumbang Penyahuan (Bukit Santuai).

Meski jumlahnya masih terbatas, kemunculan kembali hotspot tersebut menjadi sinyal awal yang perlu diwaspadai, terutama menjelang musim kemarau di wilayah Kalteng.

BMKG menjelaskan, berdasarkan analisis parameter cuaca, potensi kemudahan terjadinya kebakaran lahan di sebagian wilayah Kalteng pada 15 Maret berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, Terutama di wilayah bagian barat provinsi tersebut.(daq/tyo/oes/gus)

 

 

 

 

 

Editor : Agus Jaka Purnama
#kumai #BMKG #bangunan #PALANGKA RAYA #Desa Keraya #Kalimantan Tengah (Kalteng) #pujasera #Kotawaringin Timur (Kotim) #kotawaringin barat #kuliner #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #kebakaran lahan