SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Suasana pagi di salah satu pos pengamanan arus mudik di Sampit tampak sibuk. Satu per satu sopir travel diminta turun dari kendaraan mereka. Bukan untuk memeriksa tiket atau kelengkapan kendaraan, tetapi untuk menjalani tes kesehatan dan tes urine.
Di tengah ramainya persiapan masyarakat menyambut perjalanan mudik Lebaran, hasil pemeriksaan itu justru memunculkan temuan yang mengkhawatirkan. Dari puluhan sopir yang diperiksa, enam di antaranya terindikasi menggunakan narkoba.
Temuan tersebut diperoleh dalam kegiatan operasi pengawasan arus mudik yang melibatkan tim gabungan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Nugroho Kuncoro Yudho, menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan transportasi selama masa mudik Lebaran.
“Yang positif itu sopir travel. Kami dari Dinkes hanya melakukan pemeriksaan kesehatan. Dalam kegiatan ini kami bekerja sama dengan BNNK Kotim dan Satres Narkoba Polres Kotim. Jika ada yang positif, langsung kami serahkan kepada mereka untuk ditindaklanjuti,” ujarnya, Sabtu (14/3).
Pemeriksaan dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kotim bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim serta Satuan Reserse Narkoba Polres Kotim. Setiap instansi memiliki peran berbeda dalam penanganan hasil temuan tersebut.
Menurut Nugroho, berdasarkan hasil rapat koordinasi sebelumnya, BNNK Kotim bertanggung jawab terhadap penanganan pengguna narkoba, termasuk proses rehabilitasi. Sementara pihak kepolisian akan menindaklanjuti kemungkinan pengembangan kasusnya.
“Kesepakatannya dalam rapat koordinasi, BNNK yang menangani dari sisi pengguna termasuk rehabilitasinya, sedangkan dari Polres menindaklanjuti pengembangan kasusnya,” jelasnya.
Selain tes urine, para sopir juga menjalani pemeriksaan kesehatan dasar. Petugas memeriksa tekanan darah, kadar gula darah, hingga indeks massa tubuh.
Bagi sopir yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan, tim medis memberikan penyuluhan serta penanganan awal agar kondisi mereka tetap aman saat mengemudi.
“Selain tes narkoba, kami juga memberikan penyuluhan kepada sopir. Misalnya yang gula darahnya tinggi kami sarankan mengurangi makanan tinggi gula, cukup istirahat, dan kami berikan obat-obatan seperlunya,” kata Nugroho.
Sementara itu, terhadap sopir yang dinyatakan positif narkoba, petugas langsung mengambil langkah administratif. Kartu tanda penduduk (KTP) mereka ditahan, diberikan surat keterangan tidak layak jalan, serta diwajibkan melapor kepada pihak terkait untuk proses selanjutnya.
Operasi pengawasan ini dilakukan di beberapa titik selama periode arus mudik. Pada pemeriksaan yang digelar Jumat (13/3) di Terminal Patih Rumbih, sebanyak 28 sopir bus antarkota antarprovinsi menjalani tes urine dan seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.
Namun pada pemeriksaan yang dilakukan Sabtu (14/3) di Pos Pengamanan Terpadu Islamic Center Sampit, dari 26 sopir travel yang diperiksa, enam di antaranya dinyatakan positif.
Pemeriksaan kesehatan dan tes narkoba terhadap pengemudi transportasi umum tersebut akan terus dilakukan di sejumlah titik hingga 16 Maret 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan untuk memastikan keselamatan penumpang selama arus mudik Lebaran. (ktr-2/sla)
Editor : Slamet Harmoko