Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Final Futsal Diwarnai Adu Jotos, Anema FC Akhiri Perlawanan Warrior dengan Skor 7-3

Ria Mekar Anggreany • Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:18 WIB

ADU JOTOS: Aksi tak terpuji saat gelaran olahraga futsal di Lamandau
ADU JOTOS: Aksi tak terpuji saat gelaran olahraga futsal di Lamandau

NANGA BULIK, radarsampit.jawapos.com – Laga final turnamen futsal yang digelar di Lapangan Futsal Kubau, Jalan Kubau, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau, Jumat malam (13/3/2026), diwarnai kericuhan.

Pertandingan yang mempertemukan Anema FC melawan Warrior FC sempat memanas hingga terjadi perkelahian antar pemain di tengah lapangan.

Sejak awal pertandingan, Anema FC tampil dominan. Tim tersebut langsung unggul cepat dengan skor 2-0 pada babak pertama. Permainan yang berlangsung cepat membuat tensi pertandingan meningkat.

Memasuki pertengahan laga, beberapa pemain dari kedua tim terlibat gesekan yang akhirnya memicu aksi saling pukul di lapangan. Kericuhan itu sempat membuat suasana pertandingan menjadi tegang.

Ratusan penonton yang memadati area lapangan sempat bersorak menyaksikan pertandingan, namun suasana berubah menjadi ricuh saat perkelahian terjadi.

Insiden tersebut berlangsung di hadapan Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra, unsur Forkopimda Kabupaten Lamandau, serta jajaran pengurus organisasi kepemudaan Partai Gerindra Tidar Lamandau yang hadir menyaksikan pertandingan final tersebut.

Sebelum pertandingan dimulai, Bupati Lamandau sebenarnya telah mengingatkan para pemain untuk menjaga sportivitas selama bertanding.

Jangan ada perkelahian, tunjukkan sportivitas,” ujar Rizky Aditya Putra saat memberikan arahan kepada para peserta.

Meski sempat diwarnai kericuhan, pertandingan tetap dilanjutkan hingga selesai. Anema FC akhirnya keluar sebagai juara setelah mengalahkan Warrior FC dengan skor akhir 7-3.

Seorang penonton yang enggan disebutkan namanya mengaku menyayangkan insiden tersebut. Menurutnya, pertandingan final seharusnya menjadi ajang menunjukkan kemampuan bermain, bukan justru diwarnai perkelahian.

Sangat disayangkan, di babak final seperti ini seharusnya menunjukkan skill, bukan malah berkelahi. Pertandingan ramai seperti ini sering berujung ribut,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari panitia penyelenggara terkait kemungkinan sanksi terhadap kedua tim maupun evaluasi atas insiden kericuhan yang terjadi dalam pertandingan tersebut. (mex)

 
 
 
Editor : Slamet Harmoko
#adu jotos #lamandau #tawuran #nanga bulik #kalteng