SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Forum Camat Seluruh Indonesia (Forcasi) Kabupaten Kotawaringin Timur meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti secara serius dugaan pemukulan terhadap Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrillah.
Insiden tersebut terjadi saat proses mediasi terkait polemik Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Bagendang Raya.
Ketua Forcasi Kotim Sufiansyah, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap pejabat pemerintah yang sedang menjalankan tugas tidak dapat ditoleransi dan harus diproses sesuai ketentuan hukum.
“Kami meminta aparat penegak hukum untuk memproses laporan anggota kami, Camat MHU, terkait oknum Gapoktanhut Bagendang Raya. Hal seperti ini tidak boleh menjadi tindakan anarkis atau main hakim sendiri,” kata Sufiansyah, Kamis (12/3/2026).
Ia menilai penanganan kasus tersebut secara tegas sangat penting untuk memberikan efek jera kepada pelaku sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.
“Kejadian tersebut terjadi saat proses mediasi. Kami mengecam tindakan itu karena sudah melanggar aturan dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Sufiansyah juga menyampaikan bahwa Zikrillah selaku korban telah melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian agar dapat diproses secara hukum.
“Anggota kami selaku korban sudah melaporkan kejadian tersebut tadi malam ke Polda Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Menurutnya, laporan tersebut diharapkan segera ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian. Forcasi yang beranggotakan 17 camat se-Kotim juga meminta agar penyelidikan tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak yang memprovokasi kericuhan.
Sebelumnya, Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrillah, mengalami serangan dari warga saat memimpin mediasi terkait polemik Gabungan Kelompok Tani Hutan Bagendang Raya pada Rabu (11/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Camat Mentaya Hilir Utara itu dihadiri sejumlah warga untuk membahas pengesahan tanda tangan dalam pemilihan ketua Gapoktanhut.
Namun sebagian peserta yang tidak puas dengan hasil pembahasan tersulut emosi hingga situasi berubah ricuh.
Beruntung, aparat gabungan dari TNI dan kepolisian yang berada di lokasi segera mengamankan camat dari kerumunan massa. Kapolsek Sungai Sampit, Dhafi Kurnia, juga terlihat turun langsung menenangkan situasi serta melerai warga yang masih dalam kondisi emosi. (oes)
Editor : Slamet Harmoko