SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Menjelang Hari Raya Idulfitri, aktivitas para penjahit di Kota Sampit mulai meningkat. Banyaknya masyarakat yang ingin tampil rapi dengan pakaian baru membuat para penjahit kebanjiran pesanan, terutama untuk permak pakaian yang ukurannya tidak pas.
Seperti yang dirasakan Arif, salah satu kios jahit di Kompleks Pasar Berdikari Sampit. Ia mengaku lonjakan pesanan mulai terasa sejak memasuki hari ke-10 bulan Ramadan.
“Kalau tahun ini kelihatannya meningkat dari tahun lalu. Sampai sekarang pesanan sudah naik sekitar tiga kali lipat dari hari biasanya,” ujar Arif, Rabu malam (11/3/2026).
Menurutnya, jumlah pesanan diperkirakan masih akan terus bertambah seiring semakin dekatnya Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, lonjakan paling tinggi biasanya terjadi sekitar lima hari menjelang Lebaran.
“Biasanya kalau sudah dekat Lebaran peningkatannya bisa lima sampai enam kali lipat. Tapi karena terlalu banyak yang masuk, kadang kami juga terpaksa menolak,” katanya.
Untuk menyelesaikan pesanan yang terus berdatangan, Arif bersama dua orang rekannya harus bekerja lebih lama dari biasanya. Jika pada hari normal mereka membuka usaha dari pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, kini mereka kerap bekerja hingga menjelang waktu sahur.
“Memang biasanya kami buka sampai malam, tapi karena orderan banyak, kadang kami lembur. Seperti malam tadi, kami kerjakan sampai subuh,” ungkapnya.
Arif menjelaskan, sebagian besar pesanan yang datang berupa permak pakaian, seperti mengecilkan ukuran baju atau celana. Jenis pakaian yang paling sering dipermak di antaranya gamis pria, dress perempuan, kemeja, hingga celana.
“Sekitar 80 persen konsumen cerita mereka beli baju secara online dari luar daerah. Karena tidak bisa dicoba dan setelah sampai ternyata ukurannya tidak pas, makanya dipermak,” jelasnya.
Selain permak, ada pula pelanggan yang memesan pembuatan pakaian baru untuk busana seragam keluarga saat Lebaran. Sejak awal Ramadan, Arif mengaku sudah menerima lebih dari 10 pesanan pakaian berpasangan.
Adapun tarif permak pakaian di tempatnya bervariasi. Untuk permak celana dikenakan biaya sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Sementara permak gamis sekitar Rp40 ribu, dan permak dress berkisar Rp20 ribu hingga Rp35 ribu.
“Memang bulan Ramadan ini membawa berkah bagi kami penjahit. Tapi tetap harus menyesuaikan dengan kemampuan fisik juga, tidak mungkin semua orderan diterima karena takutnya malah keteteran,” tutupnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko