SAMPIT,radarsampitjawapos.com- Aktivitas penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, ada penambahan maskapai baru sejak Selasa (10/3). Dengan beroperasinya maskapai Wings Air, diharapkan dapat memperkuat akses transportasi udara masyarakat, terutama menjelang mudik Lebaran.
Bupati Kotim Halikinnor hadir dalam acara menandai penerbangan pertama maskapai Wings Air di Bandara H Asan Sampit, Selasa (10/3).
“Kita sama-sama menyaksikan ini merupakan penerbangan pertama dari Lion Group untuk penerbangannya rute Sampit-Surabaya,” ujarnya, didampingi Wabup Kotim Irawati dan pihak terkait lainnya.
Pesawat jenis ATR (Turboprop) baling-baling dengan kapasitas 72 penumpang itu, melayani rute Sampit menuju Surabaya.
Menurutnya, selain rute Sampit–Surabaya, penerbangan juga akan menghubungkan sejumlah kota lain di Kalimantan. Di antaranya Palangka Raya, Pangkalan Bun, Banjarmasin, Ketapang serta Pontianak.
“Alhamdulillah, dengan terbangnya Wings Air ini terutama untuk Kalimantan, akan lebih mempermudah mobilitas masyarakat. Pemerintah daerah tentu bersyukur, apalagi menjelang Lebaran kebutuhan transportasi udara di daerah kita cukup tinggi,” katanya.
Halikinnor juga menyatakan, Pemkab Kotim berharap ke depan semakin banyak maskapai yang melayani penerbangan dari Sampit. Salah satu yang diharapkan dapat membuka rute adalah Super Air Jet. “Kita berharap dengan masuknya Wings Air ini, juga nanti dalam waktu dekat kita sekaligus juga pengembangan bandara, kita berharap Super Air Jet juga masuk,” tuturnya
Selain itu lanjutnya, Pemkab Kotim juga mendorong agar pesawat berbadan lebih besar seperti Airbus A320 dapat beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit untuk rute-rute utama seperti Jakarta, Surabaya, hingga Semarang.
“Ini informasinya setelah Wings Air kalau memang pangsa pasarnya bagus mereka akan masuk Super Air Jet. Kita berharap ada Airbus 320 yang mendarat di Bandara H asan Sampit, paling tidak tujuannya harapan Kita Sampit-Jakarta, Sampit-Surabaya dan Sampit-Semarang,” imbuh Halikinnor.
Menurutnya, kehadiran pesawat dengan kapasitas lebih besar berpotensi menekan harga tiket karena jumlah kursi yang tersedia lebih banyak dibandingkan pesawat jenis ATR yang saat ini digunakan.
“Jadi Wings Air ini tarifnya lebih tinggi dari Airbus karena mungkin biaya operasionalnya lebih besar dan juga kursinya maksimal 72 penumpang. Harapan kita nanti dengan adanya Airbus 320 maka harga tiket yang saat ini masih seperti Nam Air itu masih terjangkau. Kalau tidak salah sekitar Rp1,3 atau Rp1,2 juta saja. Jadi harapan kita dengan adanya maskapai lain masuk lagi, maka harga tiket juga ada kompetisinya. Otomatis bisa lebih murah dan masyarakat juga banyak pilihan,” pungkas Halikinnor. (yn/gus)
Editor : Agus Jaka Purnama