SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur melakukan survei titik rawan sampah di kawasan wisata Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya timbulan sampah menjelang libur Hari Raya Idulfitri.
Survei tersebut dilaksanakan oleh Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup bersama pihak Kecamatan Teluk Sampit serta masyarakat di sekitar kawasan pantai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotawaringin Timur Marjuki mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya awal untuk mengidentifikasi lokasi yang berpotensi menjadi titik penumpukan sampah saat kunjungan wisatawan meningkat.
“Survei ini dilakukan untuk memetakan titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi penumpukan sampah, terutama saat libur Lebaran ketika jumlah pengunjung di Pantai Ujung Pandaran biasanya meningkat,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Dari hasil verifikasi lapangan, tim mengidentifikasi sejumlah titik strategis di kawasan pesisir pantai, laut, serta ruang publik yang akan menjadi lokasi pemasangan papan atau baliho imbauan.
Pemasangan papan imbauan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat maupun wisatawan agar tidak membuang sampah sembarangan di kawasan pantai.
Marjuki menjelaskan, pengelolaan sampah juga perlu dilakukan dengan pemilahan sejak awal. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun dapat ditempatkan pada tempat sampah khusus organik atau dimanfaatkan kembali melalui pengomposan.
Sementara itu, sampah non-organik seperti plastik, botol, dan kemasan sekali pakai sebaiknya dibuang pada tempat sampah non-organik agar dapat dikelola dan didaur ulang dengan lebih baik.
Melalui langkah tersebut, DLH Kotim berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan pesisir semakin meningkat sehingga kawasan Pantai Ujung Pandaran tetap bersih, indah, dan nyaman bagi pengunjung. (oes)
Editor : Slamet Harmoko