SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Potensi hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga akhir Maret 2026.
Hal itu berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi H Asan Sampit.
Dalam prakiraan curah hujan probabilistik lebih dari 100 milimeter untuk wilayah Kalimantan Tengah, potensi hujan tinggi diperkirakan terjadi pada dasarian III Maret atau periode 21–31 Maret 2026.
Pada periode tersebut, peluang curah hujan tinggi di sejumlah wilayah mencapai kisaran 10 hingga 30 persen.
Sementara pada dasarian I (1–10 Maret) dan dasarian II (11–20 Maret), peluang hujan lebih tinggi dengan kisaran 60 hingga 90 persen di beberapa wilayah.
Kondisi tersebut menunjukkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah masih berada dalam periode musim hujan.
BMKG juga menyampaikan analisa potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan parameter cuaca yang berlaku pada 5–6 Maret 2026, wilayah Kalimantan Tengah secara umum berada pada kategori aman atau tidak mudah terbakar.
Meski demikian, pemantauan titik panas tetap dilakukan secara berkala.
Dalam laporan rekapitulasi hotspot 24 jam terakhir, terdeteksi satu titik panas di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Titik panas tersebut berada di Kecamatan Mentaya Hilir Utara, tepatnya di Desa Bagendang Tengah.
Hotspot tersebut terdeteksi pada 4 Maret 2026 pukul 13.08 WIB oleh satelit NOAA20 dengan tingkat kepercayaan menengah sekitar 30–79 persen.
Meski jumlahnya masih terbatas, kemunculan titik panas tetap menjadi perhatian karena berpotensi berkembang jika kondisi cuaca berubah lebih kering.
BMKG mengimbau masyarakat dan pihak terkait untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar, guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kotawaringin Timur. (oes)
Editor : Slamet Harmoko