PANGKALAN BUN, radarsampit.jawapos.com – Seorang pria inisial W (46) ditemukan meninggal dunia di Mess Pos Biru, lokasi kebun di Jalan Sungai Kakap RT 018, Kelurahan Kumai Hulu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Rabu (5/3/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Korban diketahui berdasarkan indentitas kependudukan berprofesi sebagai nelayan asal Desa Argo Sari RT 04 RW 05, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jateng.
Sementara itu keberadaannya di Kecamatan Kumai dalam status bekerja di perkebunan kelapa sawit.
Korban ditemukan sudah tidak bernyawa oleh rekan satu messnya bernama Mulyadi, ketika akan dibangunkan pada pagi harinya.
Namun, setelah dibangunkan berulang kali, korban tidak memberikan respons. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang.
Kapolsek Kumai, IPTU Stefanus Rantealo mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, pada Selasa (2/3/2026) sekitar pukul 15.00–15.30 WIB, Mulyadi dan korban masih berbincang di teras mess dalam kondisi sehat.
Sekitar pukul 15.40 WIB, Mulyadi melaksanakan tugas menjaga alat ekskavator di Rinjing hingga pukul 20.05 WIB.
"Setibanya kembali di mess, Mulyadi melihat korban masih bermain telepon genggam. Ia kemudian masuk ke dapur untuk memasak sayur dan sempat mengajak korban makan bersama, namun korban menolak lantaran dia bilang sudah makan," bebernya.
Lanjut dia, sekitar pukul 21.30 WIB, Mulyadi berpamitan untuk beristirahat. Keesokan paginya, Rabu (5/3/2026) sekitar pukul 05.35 WIB, saat bangun untuk membuat kopi, Mulyadi mencoba membangunkan korban.
Karena tidak ada respons meski telah ditepuk beberapa kali, ia memanggil penghuni kamar sebelah inisial P dan G, untuk memastikan kondisi korban.
Setelah dipastikan tidak bernyawa, kejadian tersebut dilaporkan kepada pimpinan dan diteruskan ke aparat kepolisian.
"Unit Inafis Polres Kotawaringin Barat kemudian melakukan pemeriksaan luar di tempat kejadian perkara. Dari hasil pengecekan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tegasnya.
Hasil pemeriksaan, kondisi jenazah diperkirakan telah meninggal dunia sekitar lima hingga sepuluh jam sebelum ditemukan.
Berdasarkan keterangan rekan satu mess, korban tidak menunjukkan keluhan sakit sebelumnya dan masih beraktivitas serta makan seperti biasa.
Namun, korban pernah menyampaikan memiliki riwayat tekanan darah tinggi. (tyo/sla)
Editor : Slamet Harmoko