Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Gelombang 2,5 Meter Mengintai, Nelayan Teluk Sampit–Kuala Pembuang Diminta Waspada

Usay Nor Rahmad • Selasa, 3 Maret 2026 | 16:25 WIB

Nelayan tangkap di Pantai Ujung Pandaran saat menjala ikan pagi hari. (Dokoes/Radar Sampit)
Nelayan tangkap di Pantai Ujung Pandaran saat menjala ikan pagi hari. (Dokoes/Radar Sampit)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan di perairan Teluk Sampit dan Kuala Pembuang diminta meningkatkan kewaspadaan.

Pasalnya, tinggi gelombang laut diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, terutama pada malam hingga dini hari.

Berdasarkan prakiraan cuaca maritim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Iskandar, kondisi tersebut berpotensi terjadi selama 4–6 Maret 2026.

Gelombang tinggi dipicu kombinasi angin yang bertiup dari arah timur hingga tenggara serta peningkatan kecepatan angin sesaat.

“Gelombang paling signifikan terjadi pada malam hari. Ini perlu diantisipasi, terutama oleh nelayan tradisional dan kapal kecil,” demikian peringatan BMKG dalam rilis resminya.

BMKG mencatat, pada siang hari tinggi gelombang masih berada di kisaran 0,5–1,25 meter. Namun, mulai malam hingga menjelang pagi, gelombang meningkat dan berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.

Di perairan Kuala Pembuang, kondisi diperberat dengan arus laut yang relatif lebih kuat, mencapai lebih dari 100 sentimeter per detik.

Selain gelombang, cuaca di kedua wilayah perairan didominasi berawan hingga hujan ringan, dengan suhu udara berkisar 26–30 derajat Celsius dan kelembapan tinggi.

Kecepatan angin rata-rata berada di kisaran 8–17 knot, dengan hembusan angin kencang (gust) yang dapat menyentuh 30 knot lebih.

BMKG mengimbau nelayan dan operator kapal untuk menunda pelayaran malam hari, memastikan kelengkapan alat keselamatan, serta terus memantau pembaruan informasi cuaca sebelum melaut.

“Kewaspadaan perlu ditingkatkan. Gelombang setinggi 2,5 meter cukup berisiko bagi kapal kecil,” tulis BMKG.

Prakiraan ini diharapkan menjadi perhatian serius, mengingat perairan Teluk Sampit dan Kuala Pembuang merupakan jalur vital aktivitas nelayan dan transportasi laut di wilayah pesisir Kalimantan Tengah. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#laut #cuaca buruk #nelayan