Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Terungkap Inilah Asal Muasal Buaya di Ujung Pandaran

Usay Nor Rahmad • Senin, 2 Maret 2026 | 08:55 WIB

Buaya yang tersangkut jaring warga sesaat setelah diamankan di Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit.

 

Buaya yang ditangkap warga Ujung Pandaran
Buaya yang ditangkap warga Ujung Pandaran

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Asal muasal buaya yang viral di media sosial di kawasan Pantai Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai terungkap. Satwa liar tersebut diduga tersangkut jaring nelayan yang dipasang di tepi pantai.

Kepala BKSDA Resort Sampit Muriansyah, membenarkan pihaknya telah menerima informasi awal terkait penemuan buaya oleh warga. Namun hingga kini, BKSDA belum menerima laporan lanjutan mengenai kondisi terkini maupun penanganan resmi terhadap satwa tersebut.

“Informasinya buaya itu didapat warga di Ujung Pandaran. Kalau soal kondisi buaya saat ini, kami belum mengetahui karena belum ada laporan lanjutan,” kata Muriansyah saat dikonfirmasi, Senin (1/3/2026 ).

Terpisah, Kepala Desa Ujung Pandaran, Taufik, menjelaskan peristiwa itu terjadi pada Jumat (27/2/2026). sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, nelayan yang memasang jaring di tepi pantai mendapati seekor buaya masih hidup dalam kondisi tersangkut jaring yang dipasang untuk menangkap ikan.

Menurut Taufik, buaya tersebut diduga mendekati jaring untuk memangsa ikan yang terperangkap. Namun predator itu justru ikut tersangkut dan tidak mampu melepaskan diri hingga akhirnya ditemukan nelayan.

“Buayanya masih hidup waktu ditemukan. Setelah itu diikat dan diletakkan di bawah pohon cemara supaya tidak membahayakan warga,” jelasnya.

Penemuan tersebut dengan cepat menyebar dan menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat berdatangan ke lokasi untuk melihat langsung buaya yang berukuran cukup besar dan berada tidak jauh dari area aktivitas nelayan.

Warga setempat mengenal jenis buaya tersebut dengan sebutan “buaya capit” karena bentuk moncongnya yang relatif lebih kecil dibandingkan buaya pada umumnya. Meski demikian, keberadaannya tetap dinilai berpotensi membahayakan, terutama jika merasa terancam.

Menurut keterangan warga dan nelayan, kemunculan buaya di kawasan Pantai Ujung Pandaran bukan kali pertama terjadi. Buaya kerap terlihat muncul di sekitar perairan pantai saat mencari makan. Hingga saat ini, belum ada laporan serangan buaya terhadap manusia di wilayah tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian luas setelah dua video berdurasi singkat beredar di media sosial pada Sabtu (28/2/2026 ). Dalam rekaman itu, buaya terlihat berada di tepi pantai dengan kondisi kaki dan mulut terikat tali tambang, sementara terdengar imbauan agar warga tetap berhati-hati.

BKSDA mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati atau menangani satwa liar secara mandiri. Warga diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan buaya di sekitar permukiman maupun area aktivitas masyarakat, demi keselamatan bersama sekaligus menjaga kelestarian satwa liar dilindungi. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#buaya #Ujung Pandaran