Radar Utama Kalteng Metropolis Si Ongol Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Eskalasi Militer di Timur Tengah Bakal Meluas. Donald Trump Respon Serangan Balasan Iran. Arab Saudi Mengecam Serangan Iran ke Teluk  

Agus Jaka Purnama • Minggu, 1 Maret 2026 | 16:30 WIB

Asap tebal mengepul dari salah satu fasilitas militer yang diserang rudal Iran di kawasan Teluk, Uni Emirat Arab, Minggu (1/2).
Asap tebal mengepul dari salah satu fasilitas militer yang diserang rudal Iran di kawasan Teluk, Uni Emirat Arab, Minggu (1/2).

Selain pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, sejumlah pejabat Iran, termasuk komandan angkatan bersenjatanya juga gugur tewas dalam serangan AmerikaSerikat (AS)-Israel ke Teheran, Sabtu (28/2). Pejabat tinggi yang gugur disebutkan yakni Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh dan Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC) Mohammed Pakpour.

Serangan itu pun memicu respon keras dari militer Iran yang langsung melayangkan serangan balasan, menargetkan beberapa fasilitas militer AS di Timur Tengah, termasuk pusat dukungan Armada Kelima di Bahrain, pangkalan di Kurdistan Irak, Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, Pangkalan Udara Muwaffaq Al Salti di Yordania, dan Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi.

Eskalasi militer di Timur Tengah itu pun mencapai babak baru yang sangat berbahaya setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim telah melumpuhkan sebuah kapal perang strategis milik Amerika Serikat di perairan Teluk Persia, Minggu (1/3).

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh kantor berita Tasnim, IRGC menyatakan bahwa unit angkatan laut mereka berhasil menembakkan rudal balistik anti-kapal yang mengenai target dengan presisi tinggi, menyebabkan kerusakan struktural yang masif pada kapal yang diidentifikasi sebagai bagian dari armada Military Sealift Command.

Video amatir yang beredar di saluran media sosial pro-Iran menunjukkan gumpalan asap hitam pekat membumbung dari sebuah kapal besar di tengah laut, yang memperkuat klaim Teheran mengenai keberhasilan serangan tersebut.

IRGC juga memperingatkan bahwa seluruh aset angkatan laut Amerika Serikat di kawasan tersebut kini berada dalam jangkauan "rudal dan drone bunuh diri".  mereka, dan menegaskan bahwa operasi ini merupakan pesan tegas terhadap agresi Washington dan Tel Aviv.

Dikutip dari Nour News, Roya News, Youtube - U.S NAVAL Vessel BURN, situasi di lokasi kejadian masih sangat dinamis, dengan laporan mengenai upaya penyelamatan yang tengah berlangsung di tengah ancaman serangan lanjutan. Analis militer memperingatkan bahwa tenggelamnya kapal militer AS akan menjadi "titik balik" yang dapat memicu perang terbuka secara langsung antara kedua negara di laut, yang berisiko memutus pasokan energi global secara total.

Menanggapi balasan Iran, Presiden AS Donald Trump menggertak balik. Ia menegaskan akan menyerang Iran dengan kekuatan yang tak pernah dilihat sebelumnya, jika negara tersebut bersikeras membalas serangan AS-Israel.

"Iran mengatakan mereka akan menyerang sangat keras pada hari ini, lebih keras dari yang pernah mereka lakukan," tulis Trump melalui unggahan di Truth Social, dikutip Minggu (1/3).

"Mereka sebaiknya tidak melakukan itu. Jika mereka tetap membalas, kami akan menyerang dengan kekuatan yang tak pernah terlihat sebelumnya," tulis Trump.

Terpisah, Pemerintah Arab Saudi turut merespon serangan balasan Iran ke wilayah teluk. Dalam pernyataan di media sosial X, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi “mengutuk dan mengecam dengan sekeras-kerasnya agresi terang-terangan Iran serta pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania.”

Dikutip dari Antaranews, Arab Saudi juga menegaskan solidaritas penuh dan dukungan tanpa syarat kepada negara-negara tersebut.Kerajaan menyatakan kesiapan untuk mengerahkan seluruh kemampuannya guna mendukung langkah apa pun yang diambil negara-negara tersebut dalam menghadapi situasi ini.

Arab Saudi juga memperingatkan konsekuensi serius yang dapat timbul akibat pelanggaran kedaulatan negara dan prinsip hukum internasional.

Selain itu, Riyadh menyerukan masyarakat internasional untuk mengecam serangan tersebut dan mengambil langkah tegas guna menghadapi tindakan Iran yang dinilai mengancam keamanan dan stabilitas kawasan.

Pernyataan ini muncul setelah Iran meluncurkan serangan rudal yang menjangkau sejumlah negara Teluk, termasuk fasilitas yang terkait dengan militer Amerika Serikat, di tengah eskalasi konflik regional yang semakin meluas. (sin/ant/int/gs)

Editor : Agus Jaka Purnama
#menteri pertahanan #donald trump #arab saudi #Eskalasi militer #Israel #serangan iran #timur tengah #pangkalan udara