SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Warga Desa Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibuat waswas. Seekor buaya terekam kamera warga saat muncul ke permukaan Sungai Mentaya, Sabtu sore (21/2/2026).
Dalam video yang beredar luas di media sosial, predator sungai itu tampak sedang menyantap mangsanya.
Rekaman tersebut memperlihatkan buaya muncul beberapa saat ke permukaan air sebelum kembali menyelam. Suara perekam video terdengar menyebut buaya tersebut tengah memakan ayam.
“Nah tenggelam, susah selesai buayanya makan ayam,” ucap seorang perempuan dalam video itu.
Kemunculan buaya di sungai yang masih aktif digunakan warga untuk mandi, mencuci, hingga memancing ikan itu memicu kekhawatiran. Warga takut aktivitas sehari-hari di sungai berujung membahayakan keselamatan.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit Muriansyah, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Untuk sementara, warga diminta menghindari aktivitas di Sungai Mentaya, khususnya di sekitar lokasi kemunculan buaya.
“Kami minta warga berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama di sekitar lokasi kemunculan buaya,” ujar Muriansyah.
Ia menjelaskan, buaya yang mendekati permukiman umumnya dipicu oleh faktor ketersediaan makanan. Kebiasaan membuang bangkai hewan maupun sampah rumah tangga ke sungai, serta memelihara ternak di bantaran sungai, menjadi pemicu utama satwa tersebut mendekat ke lingkungan warga.
“Kalau ada bangkai atau limbah dibuang ke sungai, itu menjadi sumber makanan. Lama-kelamaan buaya akan terbiasa berada di sekitar permukiman. Begitu juga jika ternak dipelihara di pinggir sungai,” jelasnya.
Muriansyah juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada pihak berwenang jika kembali melihat keberadaan buaya. Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah potensi kejadian yang tidak diinginkan.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga lingkungan sungai. Jangan membuang bangkai atau sampah ke sungai, serta hindari memelihara ternak di bantaran sungai,” tegasnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko