Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Pemangkasan Dana Desa Hambat Realisasi Pembangunan Koperasi Merah Putih di MB Ketapang

M. Akbar • Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:25 WIB

Peletakan batu pertama pembangunan gerai dan pergudangan koperasi desa dan kelurahan merah putih di Desa Eka Buhurui, Kotim, belum lama ini.  (Akbar/Radar Sampit)
Peletakan batu pertama pembangunan gerai dan pergudangan koperasi desa dan kelurahan merah putih di Desa Eka Buhurui, Kotim, belum lama ini. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Realisasi pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terhambat akibat pemangkasan dana desa oleh pemerintah pusat.

Saat ini, dari seluruh desa dan kelurahan di wilayah tersebut, baru satu desa yang membangun gerai koperasi.

Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, mengatakan pemotongan dana desa mencapai sekitar Rp800 juta per desa untuk program Koperasi Merah Putih selama enam tahun.

Dampaknya, sisa dana desa yang dapat dikelola kini hanya sekitar Rp300 juta per desa.

“Dana desa langsung dipangkas dari pusat sekitar Rp800 juta. Sekarang yang tersisa kurang lebih Rp300 jutaan dan itu sudah difokuskan pada kegiatan yang diatur,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, dengan sisa anggaran tersebut, pemerintah desa tidak lagi memiliki ruang fiskal untuk membangun gerai koperasi.

Sebab, penggunaan dana desa telah diprioritaskan untuk sejumlah program wajib, di antaranya penanganan kemiskinan ekstrem minimal 65 persen, ketahanan pangan maksimal 20 persen, operasional desa maksimal 3 persen, serta program stunting, perubahan iklim, dan digitalisasi desa.

“Dengan kondisi itu, hasil musyawarah desa tidak bisa lagi menganggarkan pembangunan koperasi karena sudah ada tujuh program prioritas yang harus dijalankan,” jelasnya.

Saat ini, gerai Koperasi Merah Putih baru terbangun di Desa Eka Bahurui. Sementara di Desa Telaga Baru, koperasi sudah berjalan namun belum memiliki gerai karena terkendala lahan.

Irpansyah juga menyoroti persoalan ketersediaan tanah di sejumlah desa dan kelurahan. Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu dengan memanfaatkan aset yang dimiliki, seperti pasar di Pelangsian, Desa Bapanggang, atau lokasi di Kelurahan Mentawa Baru Hulu untuk pembangunan gerai koperasi.

“Kami berharap jika ada aset pemerintah daerah yang bisa dimanfaatkan, itu dapat diserahkan atau dipinjamkan kepada desa atau kelurahan agar pembangunan gerai Koperasi Merah Putih bisa terealisasi,” tandasnya. (ktr-2)

Editor : Slamet Harmoko
#sampit #kotim #Koperasi Merah Putih #kalteng #MB Ketapang