Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Ramadan Tiba, Dinsos Kotim Waspadai Serbuan Gepeng

Usay Nor Rahmad • Rabu, 18 Februari 2026 | 13:00 WIB
MANUSIA SILVER:  Gelandangan, pengemis, manusia silver ditertibkan dan dibawa ke Kantor Satpol PP Kotim, beberapa waktu lalu. (istimewa)
MANUSIA SILVER:  Gelandangan, pengemis, manusia silver ditertibkan dan dibawa ke Kantor Satpol PP Kotim, beberapa waktu lalu. (istimewa)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Menjelang bulan suci Ramadan, Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur (Dinsos Kotim) mewaspadai potensi meningkatnya aktivitas gelandangan dan pengemis (gepeng) di sejumlah titik keramaian di wilayah setempat.

Kepala Dinsos Kotim, Hawianan, mengatakan bahwa tren kemunculan gepeng kerap terjadi setiap memasuki Ramadan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu ketertiban umum serta kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

“Biasanya saat momen Ramadan bermunculan gepeng, sehingga ini juga perlu penertiban. Termasuk di tahun ini potensi tersebut perlu diwaspadai,” ujarnya.

 Menurutnya, posisi Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai daerah terbuka yang dapat diakses melalui jalur darat, laut, dan udara turut memengaruhi tingginya mobilitas orang keluar masuk daerah. Momentum Ramadan dinilai menjadi salah satu periode dengan arus pergerakan yang cukup tinggi.

“Karena Kotim merupakan daerah terbuka dan bisa diakses melalui darat, laut, dan udara, maka ini perlu kita pantau untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.

 Selain peningkatan aktivitas gepeng, Dinsos juga mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus orang terlantar yang memerlukan penanganan pemerintah daerah. Namun, pihaknya tidak menutup kemungkinan adanya modus berpura-pura terlantar demi mendapatkan bantuan atau belas kasihan.

“Kadang-kadang ada yang benar-benar terlantar, tapi ada juga yang berpura-pura. Kalau tidak dilayani, bisa berdampak pada nama baik pemerintah daerah,” jelas Hawianan.

Dalam upaya menjaga ketertiban selama Ramadan, Dinsos Kotim berharap adanya sinergi lintas organisasi perangkat daerah, khususnya dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta aparat kepolisian.

Tak hanya itu, Dinsos juga berharap dukungan dari operator jasa pelayaran di Pelabuhan Sampit untuk membantu memfasilitasi pemulangan orang terlantar yang benar-benar membutuhkan ke daerah asalnya.

“Kami tetap melakukan asesmen terlebih dahulu. Jika terbukti benar-benar terlantar, tentu akan kami bantu. Namun jika hanya modus, penanganannya akan berbeda,” tegasnya.(oes/sla)

 

 

 

Editor : Slamet Harmoko
#sampit #pengemis #kotim #kalteng