Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Investasi Dongkrak Ekonomi Kotawaringin Timur Tumbuh 6,07 Persen

Heny Pusnita • Rabu, 18 Februari 2026 | 12:06 WIB

 

Ilustrasi investasi.
Ilustrasi investasi.

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com — Perekonomian Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tumbuh 6,07 persen secara tahunan (year on year) pada triwulan III 2025. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan investasi yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim Eddy Surahman mengatakan, tren pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 terbilang stabil dan relatif tinggi. Pada triwulan I 2025, ekonomi tumbuh 6,17 persen, kemudian meningkat menjadi 6,52 persen pada triwulan II, dan berada di angka 6,07 persen pada triwulan III.

“Secara year on year, kinerja perekonomian Kotim menunjukkan pertumbuhan positif,” ujarnya.

Secara tahunan, ekonomi Kotim juga terus membaik setelah sempat terkontraksi minus 3,06 persen pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat mencapai 4,00 persen.

Dari sisi nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku meningkat signifikan, dari sekitar Rp26,9 triliun pada 2020 menjadi Rp37,9 triliun pada 2024. PDRB per kapita juga naik dari Rp63 juta menjadi sekitar Rp84,7 juta pada periode yang sama.

BPS mencatat, komponen pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi, melampaui konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. Konsumsi rumah tangga tumbuh stabil, sedangkan konsumsi pemerintah mengalami kontraksi seiring efisiensi anggaran.

“Ini menunjukkan aktivitas investasi dan ekspansi usaha menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan ekonomi Kotim pada 2025,” katanya.

Berdasarkan struktur ekonomi lapangan usaha, sektor tersier atau jasa mendominasi dengan kontribusi 43,51 persen pada triwulan III 2025. Disusul sektor sekunder sebesar 31,18 persen dan sektor primer 25,31 persen.

Sektor sekunder mencatat pertumbuhan tertinggi, didorong peningkatan produksi turunan crude palm oil (CPO). Sementara sektor primer tetap tumbuh stabil dengan dukungan perkebunan kelapa sawit dan pertambangan.

Eddy menjelaskan, dominasi sektor jasa mencerminkan pergeseran struktur ekonomi daerah yang semakin mengarah pada aktivitas perdagangan dan jasa.

Meski sebagian besar sektor tumbuh positif, industri pengolahan masih mengalami kontraksi akibat penurunan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sektor hilir guna meningkatkan nilai tambah.

Dalam konteks regional, pertumbuhan ekonomi Kotim tergolong tinggi dan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian di Kalimantan Tengah. Namun, laju pertumbuhan dinilai masih perlu ditingkatkan agar mampu menyamai kinerja ekonomi tingkat provinsi.

Secara umum, BPS menilai perekonomian Kotim berada dalam fase ekspansi, ditopang investasi yang kuat, meningkatnya aktivitas sektor jasa, serta membaiknya daya beli masyarakat yang tercermin dari kenaikan PDRB per kapita.

“Daya beli masyarakat perlu dijaga. Inflasi, terutama pada komoditas pangan, harus diantisipasi karena dapat mengurangi kemampuan masyarakat dalam berbelanja dan berdampak pada aktivitas ekonomi,” pungkasnya. (hgn/yit)

 

Editor : Heru Prayitno
#bps #investasi #ekonomi