SAMPIT, radarsampit.jawapos.com – Menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Aquarius Boutique Hotel Sampit (ABHS) menggelar Buffet Dinner Imlek pada Senin (16/2) malam. Ratusan tamu memadati Lios Café dan lobi hotel.
Acara ini menampilkan ratusan menu khas Imlek, mulai dari bebek peking, charsiu, ayam canton, siu mie (mie panjang umur), dimsum, bakso lohua, hingga sup bibir ikan.
Menu utama bagi para tamu mencakup sapi lada hitam, udang kacang mete, cumi tahu tausi, dan pek cham kee. Untuk appetizer, disajikan yee sang, mandarin orange salad, dan salad ubur-ubur. Ada pula aneka kue tradisional seperti kue keranjang, kue mangkok, kue ku tlemper, onde-onde, dan wajik, lengkap dengan berbagai pilihan es Imlek. Sedangkan hidangan penutup terdiri dari pudding Imlek, manisan delapan bentuk, irisan buah segar, dan jeruk mandarin.
“Tahun baru Imlek kali ini adalah tahun Kuda Api, yang memiliki makna keberanian dan semangat dalam menghadapi tantangan. Sambutan masyarakat terhadap Buffet Dinner Imlek luar biasa, dari target 250 tamu, hadir lebih dari 350 tamu,” ujar General Manajer ABHS Harry Darmawan.
Selain santapan, ABHS juga menghadirkan pertunjukan budaya khas Imlek. “ABHS merayakannya dengan dinner yang dirangkai pertunjukan barongsai. Tamu juga dapat berinteraksi langsung dengan barongsai,” tambah Harry.
Menurut Harry, perayaan Imlek di Indonesia tidak hanya terbatas pada satu bentuk ritual. Di banyak keluarga, Imlek identik dengan bersih-bersih rumah, makan malam bersama keluarga besar, doa dan penghormatan kepada leluhur, pemasangan hiasan bernuansa merah, serta tradisi berbagi angpao sebagai simbol rezeki dan keberuntungan.
Di ruang publik, perayaan biasanya lebih meriah dengan lampion, pertunjukan barongsai, bazar kuliner, dan kegiatan budaya yang melibatkan lintas komunitas. Bahkan, di beberapa daerah, rangkaian Imlek hingga Cap Go Meh menjadi atraksi budaya yang memadukan tradisi, pariwisata, dan kebersamaan sosial.
”Saya berharap momentum Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas dalam membangun kehidupan yang harmonis,” harap Harry. (yit)
Editor : Heru Prayitno