SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Kotawaringin Timur menghadapi tantangan cukup berat menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov XIII Kalimantan Tengah).
Hingga saat ini, KONI Kotim belum menerima dukungan anggaran dari pemerintah daerah, sementara progres pendaftaran atlet masih tergolong minim.
Kondisi tersebut menjadi perhatian mengingat Kotawaringin Timur berstatus sebagai juara umum pada Porprov sebelumnya saat menjadi tuan rumah. Target mempertahankan prestasi tentu tidak mudah dengan keterbatasan yang dihadapi.
Ketua KONI Kotim Alexius Esliter mengatakan, Porprov XIII Kalteng dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Kotawaringin Barat pada Oktober 2026. Meski demikian, pihaknya menegaskan Kotim tetap siap berpartisipasi dalam ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi tersebut.
“Menyandang juara umum tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun pada prinsipnya Kotim siap untuk berpartisipasi,” ujarnya.
Alexius menjelaskan, proses pendaftaran atlet Porprov XIII telah dibuka secara daring sejak 2 Februari dan akan ditutup pada 10 April 2026. Tahapan tersebut selanjutnya akan dilanjutkan dengan verifikasi faktual pada Juni mendatang.
“Pendaftaran atlet masih berjalan, tetapi progresnya memang masih rendah. Itu bergantung pada kesiapan masing-masing cabang olahraga,” ucapnya.
Ia menambahkan, KONI Kotim telah menggelar rapat bersama seluruh cabang olahraga untuk melakukan pendataan atlet potensial, termasuk memilah atlet yang tidak lagi memenuhi syarat usia untuk mengikuti Porprov.
“Soal prestasi nanti sangat bergantung pada cabang olahraga. Kami hanya mendorong dan memfasilitasi. Dukungan dari pemerintah daerah juga sangat menentukan, sementara sampai sekarang dana belum masuk,” tegas Alexius.
Meski demikian, ia berharap seluruh cabang olahraga tetap menjaga semangat latihan. Selama ini, kata dia, sebagian besar cabor masih bertahan dengan mengandalkan dana mandiri.
“Kami berharap cabor tetap semangat meskipun belum ada dana. Banyak yang selama ini berjuang dengan dana mandiri,” tandasnya. (oes)
Editor : Slamet Harmoko