Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Kabar Baik! Cuaca Kotim Saat Ramadan Diprakirakan Lebih Adem

Usay Nor Rahmad • Minggu, 15 Februari 2026 | 11:50 WIB
Bundaran 0 Kilometer Sampit, difoto saat hujan mengguyur Kotawaringin Timur. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)
Bundaran 0 Kilometer Sampit, difoto saat hujan mengguyur Kotawaringin Timur. (Usay Nor Rahmad/Radar Sampit)

SAMPIT, Radarsampit.jawapos.com – Kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) yang akan menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah.

Kondisi cuaca selama Ramadan diprakirakan cenderung lebih sejuk, dengan hujan ringan hingga sedang masih mendominasi di sebagian besar wilayah.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi H Asan Sampit Mulyono Leonardo, mengatakan bahwa pada awal Maret 2026, curah hujan di Kotim masih berada pada kategori menengah.

“Pada periode 1 hingga 10 Maret, hujan ringan sampai sedang masih mendominasi. Prakiraan curah hujan di bulan Maret ini sekitar 200 hingga 300 milimeter,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Menurut Mulyono, kondisi tersebut membuat suhu udara relatif lebih adem dibandingkan awal tahun lalu. Ia menyebut, peluang terjadinya cuaca panas ekstrem selama Ramadan tergolong kecil.

“Ramadan nanti kemungkinan terasa lebih sejuk. Mudah-mudahan tidak terlalu panas,” katanya.

BMKG memprakirakan kondisi serupa masih akan berlanjut hingga akhir Maret. Secara umum, sifat hujan di wilayah Kotim dinilai normal dan masih sesuai dengan pola klimatologi tahunan.

Ia menjelaskan, Kotawaringin Timur memiliki dua kali puncak musim hujan dalam satu siklus tahunan.

Puncak pertama terjadi pada Desember 2025, kemudian curah hujan sempat menurun pada Januari yang menyebabkan suhu terasa lebih panas.

“Memasuki Februari hingga Maret, hujan kembali meningkat. Selanjutnya pada April diperkirakan terjadi puncak kedua musim hujan. Ini merupakan siklus tahunan di Kotim,” jelasnya.

Meski prakiraan cuaca cenderung bersahabat, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk rutin memantau informasi cuaca terbaru.

Pasalnya, perubahan cuaca masih bisa terjadi sewaktu-waktu, bergantung pada dinamika atmosfer dan fenomena alam yang berkembang. (oes)

Editor : Slamet Harmoko
#Puasa #cuaca #ramadan #kotim