Radar Utama Kalteng Metropolis Hukrim Nasional Olahraga Featured Hiburan Serba Serbi Opini Oto Tekno

Peredaran Tinggi, Anggota DPRD Ini Minta Polisi Serius Tangani Narkoba di Baamang

M. Akbar • Rabu, 4 Februari 2026 | 14:50 WIB
Pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu di Mapolres Kotim, beberapa waktu lalu.  (Akbar/Radar Sampit)
Pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu di Mapolres Kotim, beberapa waktu lalu. (Akbar/Radar Sampit)

SAMPIT, radarsampit.jawapos.com - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dari daerah pemilihan (Dapil) II, Abdul Kadir, meminta penanganan serius terhadap peredaran narkoba di Kecamatan Baamang.

Wilayah tersebut tercatat sebagai kecamatan dengan jumlah pengungkapan kasus narkotika tertinggi di Kotim sepanjang tahun 2025.

Penegasan itu disampaikan Abdul Kadir usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Kotim Tahun 2027 yang digelar di Kecamatan Baamang, Rabu (4/2/2026). Ia menilai persoalan narkoba sudah masuk kategori darurat dan harus menjadi prioritas bersama.

“Memberantas penyakit masyarakat, terutama narkoba, itu yang paling penting. Berdasarkan laporan dan data dari Polsek Baamang, peredaran narkoba dan minuman keras di wilayah ini tergolong tinggi dan sering terjadi kasus,” ujarnya.

Abdul Kadir menyebut, tingginya angka kasus narkotika di Baamang bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, tanpa sinergi semua pihak, peredaran narkoba akan sulit ditekan.

Ia menekankan bahwa dampak narkoba sangat luas, mulai dari kerusakan generasi muda, meningkatnya tindak kriminalitas, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, langkah pencegahan dan penindakan harus dilakukan secara seimbang dan berkelanjutan.

“Baamang ini kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi. Kalau narkoba dibiarkan, dampaknya bisa ke mana-mana. Generasi muda yang jadi korban pertama,” katanya.

Selain penegakan hukum, Abdul Kadir juga mendorong penguatan edukasi dan pembinaan masyarakat, terutama bagi kalangan remaja dan pemuda. Ia menilai peran keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat program pencegahan narkoba melalui sosialisasi, kegiatan kepemudaan, serta peningkatan pengawasan di lingkungan rawan peredaran narkotika.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan polisi. Semua pihak harus terlibat, mulai dari RT, kelurahan, kecamatan, hingga masyarakat itu sendiri,” tegasnya.

Melalui forum Musrenbang, Abdul Kadir berharap persoalan narkoba di Baamang diharapkan dapat menjadi perhatian serius dalam perencanaan pembangunan daerah, sehingga langkah penanganannya dapat dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan. (ktr-2).

Editor : Slamet Harmoko
#baamang #sampit #kotim #kalteng #narkoba